Family
5 Fakta dan Cara Menangani Alergi Protein Susu Sapi pada Anak

18 May 2017


Foto: Pixabay

Alergi pada anak memiliki angka prevalensi yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Menurut Allergy and Asthma Foundation of America, alergi protein susu sapi termasuk salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi pada anak-anak, dengan prevalensi alergi di tahun pertama kehidupan antara 2-7,5%. Bila tak tertangani dengan baik, alergi tak hanya membuat anak berisiko mengalami berbagai gangguan tumbuh kembang, namun juga berdampak pada aspek psikologis seluruh keluarga. Perhatikan fakta-fakta berikut dalam mengenali, mengonsultasikan, dan mengendalikan alergi pada anak.
 
1/ Risiko alergi pada anak umumnya meningkat bila terdapat riwayat penyakit atopik dalam keluarga seperti dermatitis atopik, asma, atau rhinitis alergi, dilahirkan lewat operasi caesar, dan terpapar asap rokok.
 
2/ Menurut Konsultan Alergi Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes, gejala akibat alergi susu sapi dapat menyerang sistem gastrointestinal (50-60%), kulit (50-60%), dan sistem pernapasan (20-30%). Adapun reaksi yang timbul dapat berupa eksim di kulit, sesak napas, kolik, diare berdarah, dan konstipasi. Bila diabaikan, keadaan ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak.
 
3/ Beberapa contoh gangguan tumbuh kembang anak akibat alergi yang tak tertangani dengan baik termasuk menjadi berat badan kurang ideal karena anak pilih-pilih makanan (picky eating), risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes akibat gangguan hormon, dan gangguan saluran napas maupun gangguan tidur karena reaksi alergi rhinitis dan asma.
 
4/ Alergi protein susu sapi ini cenderung lebih sulit dikendalikan, karena alergen bisa hadir dalam berbagai bentuk selain susu, seperti kue, puding, dan sup yang mengandung susu sapi. Maka, orang tua harus tanggap mencermati kandungan dalam makanan dan lekas menangani reaksi alergi pada anak. Namun, psikolog Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si., Psi. mengingatkan, orang tua tak perlu khawatir berlebihan, agar anak tidak tumbuh menjadi pencemas dan kurang percaya diri karena batasan pola makan yang harus dipatuhinya.
 
5/ Terapkan langkah 3K dalam menanggapi alergi pada anak: Kenali risiko dan gejala alergi dengan mengenal sifat anak dan kondisi lingkungan. Konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan diagnosis dan penanganan alergi yang tepat; kendalikan penyebab alergi dengan menyesuaikan gaya hidup dengan kebutuhan anak, termasuk dalam hal asupan nutrisinya.
 
(Sumber: Konferensi Pers Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan) oleh Sarihusada, Selasa (17/5).) (f)

Baca juga:


Puji Maharani


Topic

#KesehatanAnak , #Alergi

 

polling
Dana Darurat

Idealnya, kita memiliki tabungan khusus untuk situasi darurat, yang biasa disebut dengan dana darurat. Jumlahnya, setidaknya 3 kali pengeluaran bagi lajang, sedangkan bagi mereka yang sudah berkeluarga diharapkan memiliki dana darurat sebesar 6 kali penge

Apakah Anda memiliki dana darurat?