Mengalami alergi secara mendadak di usia dewasa sebenarnya bukan hal aneh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian marketing Research Limited pada tahun 2010, 50% orang dewasa mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Dan, sebanyak 70% orang dewasa baru mengetahui dirinya terkena alergi setelah 7 tahun mengalami gejalanya. Reaksi alergi memang tak mengenal usia dan bisa terjadi dalam kondisi apa pun. Di satu waktu, Anda mungkin tak mengalami masalah saat mengonsumsi jenis makanan tertentu. Namun di lain waktu, ada kemungkinan Anda tiba-tiba terkena alergi terhadap makanan yang terbiasa Anda konsumsi. “Alergi tidak timbul saat Anda pertama kali mengonsumsi makanan tertentu. Reaksinya bahkan bisa timbul pada kontak kedua atau kesepuluh kali Anda mengonsumsinya,” jelas dr. Mustopo Widjaja dari Klinik Asma & Alergi dr. Indrajana, Jakarta.
Menurutnya, alergi disebabkan oleh produksi immunoglobulin E (IgE) dalam tubuh yang kandungannya melebihi batas normal 100 IU/ml serum. Immunoglobin E berfungsi untuk melindungi tubuh. Namun, reaksi alergi muncul karena sistem kekebalan tubuh seseorang keliru merespons kandungan protein dalam makanan yang dianggap sebagai ancaman. “Dan, kemungkinan seseorang terkena alergi jadi lebih besar bila ia memiliki keluarga yang juga menderita alergi,” ujar dr. Mustopo.
Ditambahkan lagi olehnya bahwa penderita asma memiliki koneksi pada alergi makanan. “Alergi makanan bisa menyebabkan asma bronchial,” jelasnya. Akan tetapi belum tentu asma disebabkan oleh alergi makanan, bisa jadi karena alergen hirup seperti tungau debu rumah atau serpih kulit binatang peliharaan. Kendati demikian dituturkan oleh Dr. Mustopo bahwasannya tidak ada penyakit yang dapat menyebabkan alergi, melainkan alergi terhadap sesuatulah yang menimbulkan penyakit.
Kendati membutuhkan sebuah tes yang akurat untuk mengetahui seseorang mengidap alergi, Anda juga bisa melakukan cara mudah untuk mendiagnosis diri sendiri. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Mustopo, yaitu dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 4-5 hari berturut-turut, tanpa makan makanan jenis lainnya. Jika tiap kali mengonsumsi makanan tersebut timbul reaksi alergi, maka besar kemungkinan Anda mengalami alergi. Tapi, jika reaksi tersebut timbul secara acak dan tidak intens, dapat dipastikan Anda tidak mengidap alergi pada makanan tersebut. (f)


