Trending Topic
Hoax Soal COVID-19 Menambah Beban Psikologis

19 Apr 2020

Foto: Polina ZimmermanPexels


Pandemi global COVID-19 menimbulkan banyak dampak, salah satunya adalah kesehatan mental. Hampir sebagian masyarakat kini mulai dilanda kecemasan. Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto mengajak masyarakat untuk bijak memilah informasi agar tidak terjerumus ke dalam hal yang keliru mengenai virus corona, hingga menimbulkan kecemasan berlebihan.

Informasi yang tidak benar hanya akan menambah beban pikiran masyarakat di tengah pandemi, belum lagi risiko kesehatan dan dampak wabah penyakit ini terhadap kehidupan sosial ekonomi sudah cukup berat.

“Oleh karena itu, mari pastikan kita tidak perlu lagi menambah beban psikologis kita dengan berita-berita dan informasi yang tidak benar, tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait COVID-19,” ujar Yuri dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (17/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa otoritas terkait, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, terus mendeteksi berita-berita keliru soal COVID-19 yang beredar di dunia maya. “Sudah ribuan sebaran hoaks yang muncul di jejaring internet kita,” ujar Yuri.

Di samping itu Kepolisian Republik Indonesia, sebagai pihak penegak hukum, juga tengah menangani persoalan ini dan disebut akan melakukan penindakan terkait penyebaran berita yang dianggap hanya menimbulkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Oleh sebab itu, Yuri mengimbau masyarakat untuk mencari dan mempercayai berita yang ditulis secara bertanggung jawab, serta dari sumber-sumber resmi, yakni pemerintah dan para pakar.

Pemerintah sendiri menyediakan saluran informasi resmi di situs covid19.go.id, hotline telepon 119, akun WhatsApp COVID-19, atau layanan telepon Kementerian Kesehatan di nomor 1500-567.

Selain itu, masyarakat juga diharap dapat mengakses informasi melalui layanan aplikasi daring, khususnya telemedicine atau aplikasi berbasis teknologi telepon pintar yang menyediakan layanan konsultasi kesehatan tanpa tatap muka.

WHO Indonesia melalui akun Instagram resminya membagi tiga tip mengurangi kecemasan menyikapi kondisi COVID-19, yaitu: 
1/ Pilih dan batasi waktu yang Anda habiskan setiap hari untuk membaca atau menonton berita terkini tentang COVID-19. Karena, mendengar dan melihat liputan mengenai virus corona terus-menerus dapat membuat Anda lebih cemas dan sedih. Pilih berita hanya dari sumber yang terpercaya untuk menghindari hoax. 

2/ Penting untuk menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang Anda sukai dan membuat diri rileks.

3/ Bicarakan perasaan Anda dengan orang-orang terdekat. Karena, membicarakan perasaan Anda dengan orang lain dapat mengurangi keresahan yang dirasakan. (f)


Baca Juga: 
Cemas COVID-19 Juga Bisa Memengaruhi Menstruasi
Siklus Tidur Berubah Saat Isolasi Mandiri Di Rumah? Ini Cara agar Lebih Mudah Tidur
Supaya Stres Gara-gara COVID-19 Tak Bikin Berat Meningkat
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#corona, #hoax, #kesehatanmental

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?