Health & Diet
Siklus Tidur Berubah Saat Isolasi Mandiri Di Rumah? Ini Cara agar Lebih Mudah Tidur

13 Apr 2020


(foto: Unsplash)

Menjaga daya tahan tubuh sangat penting dilakukan demi kesehatan, terlebih di masa pandemi global. Salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan menjaga kualitas tidur yang baik. Tidur cukup membantu tubuh melawan virus dan mempertahankan kesehatan.

“Anda butuh sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh yang bekerja optimal. semua itu bisa dicapai jika otak bisa tidur dengan baik tanpa interupsi,” tutur Lauri Leadley, sleep coach dan pendiri Valley Sleep Center, seperti yang dikutip dari HuffPost.

Mempraktikkan tidur yang berkualitas mungkin tidak mudah, terlebih jika Anda sedang stres. Namun banyak cara sederhana yang bisa membantu kita tidur lebih baik. Inilah tip dari para dokter dan spesialis.
 
1. Nikmati cahaya matahari
Berjemurlah di bawah cahaya matahari. Sejumlah penelitian menunjukkan paparan sinar matahari membantu tubuh tertidur di jam yang konsisten. Anda tetap bisa berusaha mendapat paparan sinar matahari selagi di rumah.

"Jika Anda bekerja dari rumah, carilah posisi dekat jendela. Jika memungkinkan, berjalan-jalanlah di sekitar rumah dengan tetap menjaga jarak," kata Sabra M. Abbot, asisten profesor neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine.
 
2.  Mandi air hangat sebelum tidur
Mandi air hangat memicu produksi melatonin, hormon yang diperlukan untuk membantu otak tertidur.

"Untuk menjaga kualitas tidur, tubuh kita perlu melatonin. Salah satu cara meningkatkan produksi melatonin adalah dengan mandi air hangat sebelum tidur. Setelah mandi air hangat, temperatur tubuh akan turun. Hal ini meningkatkan produksi melatonin," ujar Sabra.
 
3. Menjalin hubungan sosial
Sebagai mahluk sosial, kita tetap perlu berkomunikasi dengan orang lain di kala physical distancing.

"Temukan cara untuk terhubung dengan orang lain di masa physical distancing. Terhubung dan berkomunikasi adalah cara penting mengurangi stress. Hal tersebut dapat mengurangi kecemasan pada diri kita," ungkap Indira Gurubhagavatula, Associate Professor of Clinical Medicine di Perelman School of Medicine, University of Pennysylvania.
 
4. Aktif bergerak setiap hari
Diam di rumah bukan berarti kita tak bisa berolahraga ringan. Tak perlu olahraga yang menguras banyak keringat, menggerakkan tubuh secara aktif sudah cukup untuk memperbaiki kualitas tidur.

"Lakukanlah jalan cepat di pagi hari sebelum jam 1 siang di lingkungan sekitar," jelas Ilene Rosen, Asisten Dekan Pendidikan Medis Pascasarjana University of Pennsylvania dan mantan presiden American Academy of Sleep Medicine.
 
5. Terapkan jadwal tidur konsisten
Jangan tergoda untuk begadang. Para dokter merekomendasikan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

"Jagalah jam tidur dan bangun Anda. Tubuh Anda akan terbiasa dengan rutinitas dan tidur lebih baik jika Anda tidur dan bangun di jam yang teratur setiap hari," tutur Abbott.
 
6. Curhat di buku diary
Banyak hal yang bisa memicu stres hingga membuat Anda sulit tidur. Kecemasan tersebut biasanya hadir di otak menjelang tidur. Untuk mengurangi hal ini, tuangkan pikiran-pikiran Anda dalam sebuah jurnal.

"Minimal tiga jam sebelum tidur, tulislah hal-hal yang ingin Anda selesaikan esok hari. Jika Anda cemas akan suatu hal, tuangkanlah dalam bentuk tulisan di buku tersebut," ungkap Rosen.
 
7. Batasi main gadget menjelang tidur
Di masa pandemi COVID-19, semakin sering kita memanfaatkan gadget, mulai untuk kebutuhan kerja, membaca berita terbaru, sampai bermain media sosial. Sesuatu yang lumrah, namun cobalah batasi demi kualitas tidur yang lebih baik. Menurut Gurubhagavatula, cahaya yang keluar dari gadget membuat Anda makin terjaga.

"Hindari benda elektronik setidaknya dua jam sebelum tidur. Cahaya redup akan membantu merangsang melatonin yang membuat Anda tidur," ujarnya. Selain itu, jangan sentuh ponsel Anda jika terbangun di tengah malam. Itu hanya akan membuat Anda makin sulit tidur.
 
8. Hindari minuman beralkohol
Pandemi global membuat penjualan minuman beralkohol meningkat sebesar 55% di Amerika Serikat. Meskipun sebagian orang menjadikan alkohol sebagai pelarian stres, namun ini sangat buruk bagi kualitas tidur.

"Banyak orang minum alkohol untuk kurangi kecemasan atau membantu mereka tidur. Mungkin alkohol memang bisa membuat orang tidur lebih cepat, namun alkohol juga mendorong seseorang terbangun lebih cepat di saat tidur," ujar Rosen.(f)
 



BACA JUGA:
Entrepreneur Juga Butuh Rehat
Ini Cara Mengembalikan Gairah Bisnis Setelah Pandemi COVID-19 Berakhir
Masa Karantina Masih Lama, Ini Strategi Supaya Sehat Lahir dan Batin



 


Topic

#corona, #tidur

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?