Tip Masak
Roti Keriput Setelah Matang? Ini 6 Penyebabnya!

13 Sep 2017

Foto : Pixabay

Melihat adonan roti yang dibuat mengembang dengan cantik dan sempurna, memang menyenangkan hati. Sampai rasanya tak sabar untuk menunggunya selesai dipanggang dan siap disantap dalam keadaan hangat!
 
Namun, pernahkah Anda mendapati permukaan roti berkeriput segera setelah dikeluarkan dari oven? Bagi para baker, ini hal menjengkelkan setelah berlama-lama berkutat dengan adonan roti dan mendapatkan penampilan akhir yang kurang sempurna!
 
Di Sugar World Academy, Hadi Tuwendi, seorang ahli roti senior, tidak hanya mengajarkan cara membuat beragam jenis roti, tetapi juga berbagi tip yang ia pelajari dari pengalamannya ketika menghadapi kesulitan-kesulitan saat membuat roti.
 
Untuk hal mencegah roti keriput, pun, Hadi punya tipnya termasuk cara mencegah roti tawar berpinggang setelah dikeluarkan dari cetakannya.
 
Perhatikan tip berikut agar roti yang dihasilkan memiliki penampilan sempurna!
 
1/ Terlalu Banyak Udara
Gelembung-gelembung udara akan terbentuk dalam adonan roti selama masa fermentasi. Ketika membentuk adonan roti, pastikan gelembung udara itu hilang terlebih dahulu, baru kemudian dibentuk sesuai selera. Sehingga gulungan adonan kokoh dan terhindar dari permukaan keriput setelah dipanggang.
 
2/ Pemanggangan Tak Sempurna
Pastikan roti benar-benar matang sebelum dikeluarkan dari oven. Adonan yang belum matang sempurna juga dapat menyebabkan permukaan roti keriput.
 
3/ Adonan Terlalu Lunak
Adonan yang terlalu lunak dengan kandungan air yang tinggi juga menyebabkan permukaan roti keriput. Selain itu, tekstur adonan yang terlalu lunak ini juga tidak dapat menghasilkan penampilan yang baik untuk jenis roti yang dipanggang tanpa cetakan. Adonan ini masih dapat digunakan asalkan diletakkan dalam loyang atau papercup untuk dipanggang.
 
4/ Waktu Memoles
Banyak yang mengoleskan bahan olesan setelah adonan mengembang sempurna atau sesaat sebelum adonan masuk ke dalam oven. Namun, cara ini salah. Adonan yang telah mengembang sempurna lebih rentan terhadap sentuhan dan guncangan yang akan berakibat kulit permukaan roti akan mengeriput, termasuk ketika memberikan olesan di permukaannya. Dianjurkan untuk memoles roti sekitar 20–30 menit setelah roti selesai dibentuk.
 
5/ Polesan Mentega Terlalu Tebal
Ketika memanggang roti dalam loyang, mengoleskan mentega pada permukaan sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah adonan melekat di permukaan loyang dan memudahkan roti dikeluarkan ketika matang. Namun cukup mengolesinya secara tipis. Jika terlalu tebal, roti akan mengerut saat terlepas dari dinding loyang ketika matang, atau berpinggang ketika membuat roti tawar.
 
6/ Loyang Tidak ‘Digebrak’
Saat membuat roti tawar atau roti keset yang ditempatkan dalam loyang, loyang perlu digebrak ketika keluar dari oven. Tujuannya untuk memberikan jalan masuknya udara ke bagian dasar loyang yang membantu proses pendinginan roti. Setelahnya, tunggu roti hingga tidak panas baru dikeluarkan dari cetakan. Cara ini menghasilkan roti tawar tanpa berpinggang. (f)

Baca juga:

Apa Bedanya Cokelat Compound dan Couverture?

7 Kiat Sukses Membuat Muffin

Tip Membuat Sponge Cake



Helen Christianti


Topic

#TipMasak, #Roti, #Baking

 

polling
Fungsi Smartphone

Tidak bisa dipungkiri kalau smartphone, tuh, sudah menjadi teman sehari-hari kita. Maklum, semua hal bisa dilakukan di situ. Mulai dari belanja, mendengarkan musik, hingga menonton video.

Bagi Anda, apa fungsi utama smartphone selain untuk berkomunikasi via telepon atau Whatasapp?