Tip Masak
7 Kiat Sukses Membuat Muffin

18 Nov 2016


Foto: Pixabay

Makanan yang dahulunya dibuat oleh ibu-ibu di Amerika sebagai sarapan ini lekas berekspansi ke lidah-lidah modern tanah air. Bahkan, Jakarta belakangan berani menghadirkan makanan yang begitu distingtif ini di resto serba muffin, yakni Muffin House. Anda ingin menikmatinya di resto atau membuatnya sendiri di rumah? Simak cerita dan karakteristik muffin berikut ini. Kalau penasaran ingin mencoba membuatnya, beberapa tip ini dijamin akan menjadikan  Anda piawai menghasilkan muffin yang mekar dan lezat!
 
1/ Karakteristik Muffin
Berbeda dari  jenis cake lainnya, adonan muffin lebih mudah dibuat. Cukup diaduk tanpa mixer. Muffin masuk dalam kategori quick bread karena tidak dikembangkan oleh ragi, melainkan oleh baking powder dan telur. Ketika jadi, permukaannya mengembang hingga retak-retak dan sedikit tebal. Teksturnya padat dengan remah yang tidak selembut cake. Nikmat jika disantap hangat. Tahan dua hari di suhu ruang dan kurang lebih 3 bulan jika dibungkus dan disimpan dalam  freezer.
 
2/ Rahasianya, Aduk Pelan Adonan
Adonan muffin terdiri dari 2 bagian, adonan kering (tepung terigu, baking powder, gula) dan adonan basah (telur, cairan berupa susu/ air/ santan/ buttermilk/ yoghurt/ mentega leleh/ minyak/ jus buah). Campuran kedua adonan ini cukup diaduk beberapa kali saja menggunakan spatula atau sendok kayu hingga adonan keringnya hampir tercampur rata dengan adonan basah. Tidak masalah jika beberapa bulir terigunya masih menggumpal. Yang penting, sedikit saja baking powder bersentuhan dengan bahan lembap yang mengandung asam (misalnya buttermilk, yoghurt, atau jus jeruk dalam kandungan bahan basah), itu sudah cukup untuk menciptakan karbon dioksida yang nantinya akan berfungsi sebagai pengembang muffin. Jika dikocok terlalu rata, gluten pada terigu justru akan berkembang dan menyebabkan muffin bantat.
 
3/ Menuang Adonan
Agar tinggi muffin pas, jangan sendokkan adonan hingga penuh dalam cetakan, cukup hingga ¾ tinggi cetakan. Jangan diaduk-aduk lagi adonan saat mengambilnya dari wadah. Adonan yang tersisa dapat menunggu hingga sesi pemanggangan kedua, namun performa baking powder pada adonan yang didiamkan terlalu lama ini dapat menurun dan menyebabkan muffin tidak mengembang sebaik muffin panggangan pertama. Oleh sebab itu, sebaiknya  panggang sekali tahap atau buat adonan dalam jumlah sekali panggang.

Baca juga:
4/ Loyang Silikon Muffin
Memiliki loyang silikon bukan masalah gengsi. Memiliki loyang jenis ini memang menghemat waktu kerja Anda. Teknologi antilengketnya sungguh menggiurkan. Bahan silikon membuat lubang-lubangnya tidak perlu lagi dioles mentega, apalagi dibilas usai dipakai. Cukup seka dengan tisu. Loyang juga terhindar dari risiko penyok. Ditilik dari kelebihannya ini, sepadan jika harga loyang silikon berada di atas rata-rata harga loyang aluminium dan loyang berlapisan antilengket. 
 
5/ Cetak dalam Kertas
Cetakan kertas (istilahnya papercup) untuk muffin bisa membuat muffin Anda lebih gaya. Motifnya tidak lagi tradisional dan bergaya country seperti buah-buahan, namun kini lebih kontemporer dan seru. Selain bulat, ada juga bentuk kotak maupun persegi. Motifnya juga kian eksploratif. Untuk beberapa jenis cetakan kertas yang kurang kokoh dan cenderung melebar saat disendokkan adonan muffin yang padat, tempatkan dalam lubang-lubang loyang muffin agar bentuknya stabil.
 
6/ Teman Makan Muffin
Sebagai camilan yang mudah dibuat dan karenanya tergolong sebagai comfort food, muffin khas disantap bersama minuman yang akrab di keseharian. Sejatinya dijadikan menu sarapan di Barat, muffin lumrah ditemani bersama segelas susu atau jus. Banyak ditemuinya muffin di kafe kopi menjadi penunjuk bahwa kopi juga adalah minuman yang pas untuk muffin.
 
7/ Muffin, English Muffin, Cupcake 
English muffin bukanlah termasuk jenis muffin. Diciptakan oleh seorang baker Inggris yang menetap di Amerika, Samuel B. Thomas. Terbuat dari adonan mirip adonan roti (menggunakan ragi), bentuknya bulat, pipih, dan permukaannya bertabur tepung cornmeal. Khas diberi isian bacon atau daging olahan lain. Muffin juga berbeda dengan cupcake. Walau sekilas bentuknya sama karena sama-sama dipanggang dalam loyang muffin, adonan cupcake adalah adonan cake, yakni mengandung  telur, gula tinggi, dan mentega yang dikocok menggunakan mixer hingga mengembang. Cupcake sering disajikan di pesta dengan karakteristik topping dekoratif dari buttercream warna-warni. (f)
 
 

Trifitria Nuragustina


Topic

#Muffin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?