
Dok. Instagram Vanessa Kalani
Bukan orang Indonesia jika tidak mengenal jamu. Dari anak kecil hingga orang tua pasti tahu jamu. Ramuan minuman khas Indonesia ini terbuat dari berbagai bahan herbal seperti kunyi, jahe, temulawak, dan lainnnya. Jamu sudah tenar sejak lama, tapi kesan kuno dan rasanya yang dianggap ‘menakutkan’, jamu menjadi tidak populer di kalangan anak muda. Padahal, tidak semua jamu memiliki rasa pahit yang ditakuti.
Keadaan ini mendorong beberapa penggiat muda jamu untuk membuat dan mengolah jamu yang dapat diterima oleh kaum muda. Salah satunya adalah Vanessa Kalani. Wanita muda yang mendirikan The Jamu Bar ini bukanlah orang baru di dunia jamu. Ia adalah keturunan atau generasi ke-4 dari perusahaan pembuat jamu ternama Nyonya Meneer.

Dok. Instagram The Jamu Bar
Vanessa mengenyam pendidikan nutrisi yang berbasis tumbuh-tumbuhan (plant based nutrisionist) demi mengantongi ilmu tentang kehebatan bahan alami yang banyak bisa ditemui di Indonesia. Ide-idenya untuk menjadikan jamu sebagai minuman yang trendi diwujudkan di gerai The Jamu Bar yang berlokasi di Burgreens, The Pacific Place, Jakarta.
Mengikuti konsep restaurant yang kekinian, cara penyajian jamu di sini pun dibuat ikut kekinian. Seperti Jamu Mocktail yang meramu jamu dengan bahan lain seperti jus apel ataupun jeruk. Ada juga Jamu Ice Blended hingga Jamu Latte. Tampilannya pun berubah total. Sayonara gelas belimbing! Jamu sekarang bergaya layaknya cocktail di hotel bintang lima. Selain itu, Vanessa juga sangat memperhatikan sola branding dan packaging yang lebih menarik anak muda. Terutama untuk jamu dalam kemasan siap minum atau dalam bentuk bubuk siap seduh.
Di saat masa-masa yang sangat penting untuk menjaga kesehatan seperti ini, tidak ada salahnya kembali pada jamu.
Baca Juga:
Gerak Cepat Anomali Coffee Saat Pandemi COVID19
Houjicha dan Genmaicha Semakin Disukai
Topic
#VanessaKalani , #TheJamuBar, #Jamu, #JamuMasaKini


