Food Trend
Putri Habibie, Guru Memasaknya Raisa!

21 Feb 2018

Foto: Dok. Putri Habibie


Dunia kursus memasak diramaikan dengan nama Putri Habibie. Bonding yang dibawa oleh sang ibu melalui masak sehari-hari di rumah menggerakkan dirinya untuk menularkan kebahagiaan serupa di rumah orang lain dengan mendirikan Lady Bake Cooking Class di tahun 2014.

Bermodal jaringan pertemanan yang luas, tempat kursus yang diadakan di rumah Putri di bilangan Cipete, Jakarta Selatan, bersama sang ibu, lekas mendapatkan peminat, termasuk dari kalangan artis. Ia berbagi resep rumahan karena tak ingin pemula trauma. “Resep yang kompleks adalah wilayahnya chef, bukan saya,” ujarnya.

Sama-sama berangkat sebagai home cook, Putri merasakan para murid menjadi lebih relatable dengan materi yang diajarkan. Kini, ia tengah bersiap mengedarkan buku memasak untuk ibu dan anak dengan konsep activity book.
           
 
Femina (F): Dari mana minat memasak Anda diturunkan?
Putri Habibie (PH): Saya berkaca dari Mama. Di mata saya, dia ibu rumah tangga sejati, yang tiap hari memasak.  Rekreasi kami adalah ke supermarket. Karena dia, saya tertarik akan dunia memasak di rumah. Saya juga belajar masak dari YouTube.
 
F: Mama jadi partner dalam mengajar?
PH: Iya. Dia lebih menangani menu populer Indonesia, sementara saya condong ke baking. Kami mengajar di meja makan dekat dapur. Nyatanya, self development skills lagi disukai. Itu mengapa sekarang banyak wadah workshop dan les bermunculan. Kalangan urban mulai menjatahkan uang mereka untuk ini ketimbang ke mal.
 
 
F: Apa keunggulan dari Lady Bake Cooking Class?
PH: Jadwal dan menu kami fleksibel. Makanya, banyak artis belajar di sini karena bisa menentukan menu dan menentukan tanggalnya sendiri. Sehari biasanya ada dua sesi. Yang pernah ikut antara lainnya Raisa, Alice Norin, Natasha Rizky Pradita, Tina ‘Toon’, Ashanty, Citra Kirana,  dan Aurelie Hermansyah.
 
Profil murid kami luas. Dari anak-anak, ibu rumah tangga, artis, istri pejabat, pengusaha, hingga oma-oma. Benar-benar bervariasi. Beberapa pria ikutan karena terpikat setelah mengantar pasangannya belajar masak. Murid prianya masih sekitar 30%. Nama Lady Bake Cooking Class memang berkesan feminin. Makanya, dalam berpromosi, saya sertakan foto-foto pria yang sedang belajar supaya mereka enggak ragu ikutan.
 
F: Apa yang dipelajari oleh Raisa?
PH: Dia mempelajari healthy breakfast, seperti quinoa, smoothie bowl, dan oatmeal bowl. Videonya ada di Instagram @ladybakecookingclass. Banyak artis yang memilih sesi private cooking class agar bisa belajar lebih nyaman. Sejauh ini, posting-an mereka di media sosial sangat membantu promosi Lady Bake Cooking Class.
 
F: Menu makanan Anda relatif simpel. Mengapa?
PH: Saya enggak ingin pemula trauma. Yang penting, mereka harus paham keuntungan memasak sendiri, yakni lebih hemat, gizi makanan bisa dikontrol, bisa memastikan higienitas masakan, hingga melatih mandiri. Memasak enggak cuma menghasilkan sesuatu yang mengisi perut, melainkan juga sarana bonding, baik antara anak dan ibu, pasangan, bahkan antara pemilik rumah dan asisten rumah tangganya.
 
Murid saya umumnya home cook. Saya tidak perlu mengajarkan sesuatu yang terlalu kompleks karena saya memang bukan chef dan resep saya bukan resep industri. Karena kesamaan ini, murid menjadi lebih relatable dengan materi pengajaran.  
 
F: Apa saja kesenangan yang berbuah dari mengajar?
PH:
Saya mengetahui akhirnya mereka mau memasak di rumah. Yang punya anak juga jadi rajin bikin cemilan. Ada juga yang akhirnya bisa berjualan makanan. Mereka sadar ada potensi monetary dari hobi ini.
 
F: Anda lulusan S1 Art and Design. Karena hobi masak maka Anda berbelok minat?
PH: Saya enggak kuat batin jadi desainer grafis dan menghadapi klien, hahaha…. Saya ini orangnya enggak bisa marah. Makanya, saya lanjut mengambil S2 Creative Marketing di Binus Business School, Jakarta. Dari sini saya memutuskan membuat tesis yang mendukung misi saya dalam sharing melalui kegiatan mengajar.
 
F: Apa judul tesis Anda?
PH:
Hubungan Antara Keterampilan Memasak dengan Kebijakan Anak-Anak dalam Memilih Jajanan di Sekolah. Saya melakukan penelitian di SMP Lab School, Kebayoran, Jakarta Selatan. Setelah dua bulan mengajarkan anak-anak memasak, hasilnya positif. Ada tiga variabel pengamatan. Pertama, walau tanpa pengawasan orangtua, anak bisa bijak dalam memilih makanannya sendiri. Kedua, Kegiatan memasak meningkatkan kepercayaan diri. Ketiga, hadirnya kebanggaan diri akan skill baru.
 
F: Apa kelanjutan dari tesis ini?
PH: Saya terinspirasi membuat buku memasak dengan angle pengaruh psikologi dari aktivitas memasak. Basically, tesis yang disederhanakan. Sayang ‘kan, kalau tesisnya hanya berakhir di ruang sidang. Ini cara saya agar penelitian bisa bermanfaat ke banyak orang. Kalau hanya dijurnalkan, ujung-ujungnya hanya akan dibaca kalangan periset seperti saya. Saya ingin menjalani petuah eyang saya, BJ Habibie jadilah mata air agar berguna bagi yang lainnya.

F: Apa isi dari buku masak ini?
PH: Konsepnya parenting and cooking book. Saya mendorong para ibu untuk mengikutsertakan anaknya (3-10 tahun) dalam proses memasak sejak kecil. Ada 50 resep. Misalnya salad buah yang enggak sarat kerbohidrat dan gula. Mayonesnya saya ganti yoghurt. Saya memakai konsultan gizi dalam buku ini.
 
Bentuknya activity book, yakni setiap resep dilampirkan tempat menempel foto. Misalnya, me and my mom baking cookies, how I draw my sandwich, hingga colouring fruits. Tujuannya, buku tak hanya bisa dibaca, tapi juga menjadi album kenangan. Sekarang banyak Instagram moms, diwakili gambaran artis yang senang berfoto dengan anak-anaknya. Mereka senang mendokumentasikan momen.


F: Kapan rencana edarnya?
PH: Mendekati lebaran ini. Dokumentasi video dari acara-acara yang memberikan saya kesempatan berbagi, seperti talkshow atau seminar, tengah digarap melalui rumah produksi konten digital WebTVAsia – Indonesia. Saya tidak memproduksi cooking video karena justru mengajak viewer yang tertarik, untuk ikutan Lady Bake Cooking Class dan belajar secara lebih menyeluruh. (f)

Baca juga:
Riset Ipsos: Para Ibu Beragam Peran dan Bertumpuk Peran, Tapi Kurang Apresiasi
Kembali ke Dapur Demi Keluarga Tercinta

 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?