Food Trend
Fakta Menarik Shirataki, dari Jawa Timur Memasok Dunia

17 Mar 2023


Koki muda Aaron Laksanamendemokan Konnyaku Fruit Honey Salad di ASHTA District 8. Sebagai inspirasi berbuka puasa, pehobi masak yang juga Youtuber ini menampilkan Creamy Ice Durian Konnyaku. 

Keduanya memakai bahan unik, konnyaku dalam bentuk balok dan buliran seperti nasi. Kenyal, cita rasanya plain, alternatif untuk jeli yang sering kita pakai dalam Es Campur. Shirataki yang lagi ngetop sekarang, rupanya juga berasal dari bahan yang sama, hanya saja berbentuk mi. 

Tentu, bagian paling menarik adalah saat demo memperdengarkan cerita tentang kaitannya shirataki dengan Indonesia.

"Bentuk buliran seperti nasi yang banyak orang sebut sebagai nasi shirataki seharusnya disebut beras atau nasi shirataki. Lagi-lagi, shirataki hanya bisa disematkan pada konnyaku bentuk mi," ujar Charlie 'Shirataki' Santoso, perwakilan PT Ambico, produsen shirataki dan konnyaku yang juga eksportir. 

Lho, bukannya shirataki erat dengan Jepang dan kita mengimpornya? 

“Di negara pengonsumsi tertingginya, Jepang, sekitar 90% bentuk kering konnyaku dan shirataki sudah ditangani Indonesia, yakni oleh perusahaan kami,” sambung Charlie. Tujuan ekspor lainnya adalah Korea, China, Taiwan, Itali, Prancis, Canada, hingga AS. Keren juga!

Shirataki yang kini marak di tengah healthy lifestyle, dibuat dari serat glukomanan yang diekstraksi dari umbi porang atau iles-iles. Bahan baku ini menjadikannya rendah karbo, rendah gula, dan zero calorie. Hasil jadinya disebut konnyaku. Maka, shirataki juga punya nama lain 'mi konnyaku'.

Karena p
utih dan nyaris transparan lah lahir nama Jepang 'shirataki' yang berarti  'air terjun yang mengalir'. 

Selain dibentuk seperti mi, serta balok dan buliran mirip nasi yang digunakan chef Aaron, konnyaku juga bisa diolah ke dalam bentuk bubuk.



Shirataki yang punya arti air terjun mengalir. (dok.Canva)
 

Berdiri sejak 1971, Mr. Ishii menjadi produsen pertama konnyaku dan shirataki di Indonesia. Secara global, perusahaan ini yang menginovasi keduanya dalam bentuk kering. Pakar shirataki yang ada di beragam dunia pun sebagian besarnya punya kaitan dengan perusahaan ini, mengingat Indonesia sudah menjadi jagoan lama dalam pengolahan shirataki dan konnyaku. 

Pendiri perusahaan ini, Masaharu Ishii, adalah mantan tentara Jepang yang dulu memutuskan untuk tetap tinggal dan berjuang bersama rakyat Indonesia selama perang kemerdekaan. Loncatan besar adalah saat  ia mengulik umbi porang/ iles-iles sebagai komoditas bermanfaat layak ekspor, sebagai bahan penting konnyaku dan shirataki, menggunakan porang dari sekitaran Pasuruan, Jawa Timur. Konnyaku dan shirataki dipilihnya karena populer di dapur Jepang. Para biksu Jepang bahkan telah menyantapnya sejak abad ke-6 sebagai pengganti daging. 

Sebagai ahli konnyaku dan shirataki, ia lalu ditunjuk Pemerintah Jepang sebagai pengawas ke negara ekspor perdana: Jepang. Hubungan manis terjalin antar kedua negara sampai akhirnya kewarganegaraan Indonesia Ishii diberikan oleh Presiden RI, Soekarno.
 
Di Indonesia, beras konnyaku seringkali menggantikan nasi secara 100%. Menurut Charlie, ini merupakan peralihan yang ekstrem dan cita rasanya sulit diterima karena seperti jeli.

"Kita bisa mengikuti cara warga Jepang menikmatinya, yakni ditanak bersama beras biasa sebanyak 30-50%'" sarannya. (f)
 

Baca juga: 
Tren Tea Blend di Luar Negeri, Indonesia Sedang Menyusul? 
Menanam Microgreens Bisa Jadi Hobi Baru
Hwangnam-Ppang, Kue Korea yang Mirip Bakpia Jogja


Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?