Food Trend
Tren Tea Blend di Luar Negeri, Indonesia Sedang Menyusul?

3 Jun 2022


Dok.Unsplash

 
Kafe dan resto di kota-kota besar dunia sudah lama menawarkan tea blend. Warga urbannya senang duduk-duduk sambil minum teh yang warnanya bermacam-macam ini. Hangat atau dingin, sama-sama nikmat.  Tak kehabisan opsi untuk lokasi ngeteh karena tea house pun jumlahnya berkembang.

Di Indonesia, popularitasnya masih di bawah coffee blend. Namun, komunitas teh dan para foodie senang berbagi momen minum-minum teh yang masih tergolong niche ini di media sosial. Saat diseduh dengan suhu air yang tepat, sensasinya mengasyikkan. Aroma dan rasanya mengundang penasaran, variasi di antara tegukan single origin tea.

Tea blend, sebagaimana arti 'blend', adalah teh (daun Camellia sinensis) yang diracik bersama bahan lain seperti buah kering, bunga kering, maupun herbal. Butuh seni dalam meraciknya karena konsumen mengharapkan seduhan yang aromatik dan bercita rasa khas (walau light tentunya, sebagaimana umumnya karakter minuman teh bermutu). Di Jakarta, peraciknya bermunculan, dari yang skala kecil hingga yang mampu membangun tempat-tempat minum tehnya tersendiri. 

Namun, mengutip dari buku "Tea Blending" karya ahli teh Ratna Somantri, tanpa campuran 
daun Camellia sinensis (non teh, alias tisane) pun sah disebut tea blend. Apa pun yang dapat dikonsumsi dan diseduh layaknya teh, maka adalah tea blend. Yang pasti, semua bahan perlu cukup kering agar bisa disimpan lama. 

Formulasinya dikupas tuntas di dalam buku yang sudah banjir PO ini. Ada soal tea blending triangle. Ini pengelompokkan bahan-bahan dalam racikan tea blend sebagai landasan berkomposisi. Tidak bisa asal-asalan, karena tiap bahan punya fungsi berbeda, seperti memberi rasa, aroma, warna, hingga manfaat kesehatan. Tiga komponen ini adalah active/base, supporting, hingga catalyst. 

Di Jakarta, tea blend sudah lama bisa dicoba di tempat-tempat seperti TWG, Lewis and Carroll Tea, Pantjoran Tea House, dan When Tea Meets Coffee. Restoran juga belakangan menyertakannya dalam menu. Diandalkan pasokan dari merek impor hingga pemain lokal yang koleksinya keren-keren, seperti Brew Me Tea, TEMA Tea, Oza Tea, hingga Havel Tea.

Nama-nama penghasil tea blend baru juga bermunculan. Misalnya, Breu Tea CultureNow TeaHarumoni, dan Chontea. Anda tentunya harus mencoba, apalagi tampilan warnanya menarik. dilihat saja sudah menggugah! (f)

 

Baca juga: 
Seperti Apa Nasi Goreng Yang Diceritakan Dalam Serat Centhini?
5 Kecap Favorit Nasgor Ala Seto Nurseto, Kolektor Kecap Jebolan MasterChef
Turrón, Permen Kalangan Raja-Raja yang Jadi Kudapan Natal di Spanyol
Gingerbread House Terinspirasi Dongeng Berumur Dua Abad


Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?