
Dok.Canva
Indonesia dibuat girang dengan masuknya jamu dalam artikel www.vogue.com.
Pembidik foto-foto indahnya adalah Nyimas Laula, fotografer kontributor untuk media-media terpandang seperti The New York Times, National Geographic, hingga Reuters. Seperti yang disinggung pada artikel, ia menyusuri kehidupan para mbok jamu di Desa Sugihan, Solo, mengikuti hari Ibu Mulatsih yang sedari subuh menyiapkan jamu Beras Kencur. Foto apik step by step jamu yang masih dilakukan secara old skool, memperlihatkan 'antiknya' minuman tadisional ini.
Proses jual-beli jamu di desa dibidik melalui tipikal pagi 'ibu-ibu' berdaster berkumpul di motor jamu Bu Mulatsih. Pemandangan yang pastinya asing namun menarik bagi audiens Vogue.
Artikel ini tak ketinggalan menyorot fenomena pemunculan jamu di kafe-kafe kekinian. Juga, situasi Pasar Jamu Nguter yang menjadi 'langganan' para mbok jamu untuk membeli alat dan bahan baku.

Metta dan bukunya, Jamu Lifestyle
Metta Murdaya, pengusaha JUARA, merek skincare yang berbasis di New York, memberi definisi yang filosofis tentang jamu pada artikel ini.
"Jamu is all about accessible wellness, and that’s what makes it so powerful; it’s not just a beverage, it’s the concept of taking care of yourself," ujarnya untuk Vogue.
Metta pernah pula diwawancari mengenai jamu untuk media yang sama, di tahun 2021. Ia belakangan berpartner dengan Nova Dewi, pengusaha minuman Suwe Ora Jamu, dalam kegiatan berdiplomasi jamu hingga ke luar negeri. Buku Metta, Jamu Lifestyle: Indonesian Herbal Wellness Tradition juga sudah rilis. (f)
Baca juga:
Tren Tea Blend di Luar Negeri, Indonesia Sedang Menyusul?
Menanam Microgreens Bisa Jadi Hobi Baru
Hwangnam-Ppang, Kue Korea yang Mirip Bakpia Jogja
Trifitria Nuragustina




