Food Story
Mengapa Telur Dikaitkan dengan Perayaan Paskah?

14 Apr 2019


Cokelat Paskah di Four Seasons Hotel Jakarta. (dok. FSJKT)

Terkaitnya telur dengan Paskah dimulai dari adanya larangan menyantap bahan hewani, termasuk telur, dalam Pekan Suci jelang Paskah. Dulu, aturan untuk puasa selama Prapaskah memang jauh lebih ketat daripada yang ada sekarang. Orang-orang Kristen tidak boleh makan daging atau produk hewani apa pun - termasuk keju, susu, krim, atau telur.

Menurut Henry Kelly, seorang profesor studi abad pertengahan dari University of California, telur seringkali diberikan kepada orang miskin, yang tidak mampu membeli daging untuk perayaan mereka.

Salah satu bukti paling awal tentang telur yang dicat warna-warni tercatat dalam sejarah Inggris di tahun 1290, ketika Raja Inggris Edward I membeli 450 telur untuk diwarnai atau ditutupi dengan dekorasi gold leaf untuk didistribusikan di antara pengawal kerajaan untuk Paskah. Dalam buku Stasiun of the Sun: A History of Ritual Year in Britain karya Ronald Hutton, seorang profesor sejarah di University of Bristol, disebutkan bahwa dua abad kemudian, Vatikan mengirimi Henry VIII sebutir telur dalam wadah perak sebagai hadiah perayaan. Benda-benda semacam itu diistilahkan eggilver.

 

Chef Lorenzo mendekorasi cokelat untuk Paskah. (Dok. FSJKT)
 
Hingga kini, telur Paskah yang dipandang ikonis adalah buatan perancang perhiasan Peter Carl Faberge yang dihadiahkan ke kerajaan Rusia pada akhir abad ke-19. Hanya 50 di dunia, telur-telur paskah berlapis berlian di tahun 1885-1917 itu dinilai sebagai artefak berharga.
 
Dikaitkannya kelinci dengan Paskah juga karena banyaknya anak kelinci yang lahir dari satu induk kelinci. Dari sini, kelinci melambangkan kehidupan baru, sejalan dengan Paskah yang memperingati kelahiran kembali Yesus Kristus. Dalam dongeng Paskah, kelinci-kelinci berperan pula sebagai pengantar telur kepada anak-anak kecil yang sudah bersikap baik.

Pergeseran diberikannya telur untuk orang miskin ke anak-anak terjadi di akhir abad ke-19 di Era Victoria, dimana momen merayakan kekeluargaan dinilai penting, dengan penekanan kegiatan untuk anak-anak. 
 

Executive Pastry Chef Lorenzo Sollecito. (dok. FSJKT)

 
Tak heran, banyak toko kue dan cokelat menjadikan Paskah sebagai momen berkreasi bingkisan. Tak terkecuali Four Seasons Hotel Jakarta. Butik pastry La Patisserie mengedepankan Easter Eggs yang dibuat dengan kejelian tangan Executive Pastry Chef Lorenzo Sollecito. Rapi, indah, dan kreatif. 

Uniknya, sang chef memberikan kejutan di dalam isi cokelat dengan memasukkan vocer La Patisserie, paket Sunday Brunch di Alto Italian Restaurant, dan Suite Stay Credits. Tamu yang beruntung bisa mendapatkannya di antara 40 Easter Egg ciptaannya. Sebagai grand prize, dimasukkan vocer menginap di Private Pool Villa di Four Seasons Resort – Jimbaran Bay di Bali! 

Mau coba peruntungan Anda? Hampiri butik pastry La Patisserie yang berlokasi di lantai lobi hotel yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tersebut. (f)


Baca juga: 
Paten! Resep Macaron Shell dari Adriano Zumbo
Tempe Spa Pertama di Dunia Diperkenalkan Bimasena Spa

 

 

Trifitria Nuragustina


Topic

#fourseasonsjkt

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.