Profile
Ligwina Hananto, Melawak Bukan Hal Baru

5 Dec 2017


Foto: Pio Kharisma

 
Wajah wanita memang asing ditemui di panggung komedi. Baik sebagai komedian slapstick yang banyak
ditemui di berbagai acara televisi tanah air maupun komedi satir layaknya monolog yang akrab disebut stand-up comedy.

Penilaian budaya patriarkat, yang membuat opini wanita tidak lebih penting dibandingkan pendapat para pria, kerap jadi hambatan bagi para wanita komika untuk mengocok perut para penontonnya. Ini jadi salah satu penyebab minimnya minat mereka untuk menekuni pekerjaan tersebut sebagai profesi.

Namun, hadirnya beberapa nama wanita komika yang blakblakan menertawakan diri sendiri dan menyelipkan pesan pemberdayaan di ajang komika khusus wanita, Perempuan Berhak, beberapa waktu lalu, memberikan angin segar atas eksistensi di industri yang masih didominasi para pria ini.

Mari simak perjalanan karier mereka mendapatkan hak untuk bersuara dengan cara berkelakar ria, salah satunya, Ligwina Hananto (41), Perencana Keuangan.

Kebanyakan orang mengenal Ligwina sebagai seorang pakar finansial ternama, yang kerap bicara tentang mengatur keuangan masa depan. Namun, begitu namanya terpampang di jajaran wanita komika di ajang Perempuan Berhak, semua orang bertanya-tanya, “Apa yang akan dia lakukan?” atau “Memangnya dia bisa melawak?”

Sebenarnya, mengocok perut dengan lelucon yang dilontarkan di atas panggung bukan sesuatu yang baru bagi wanita yang akrab dipanggil Wina ini. Pasalnya, selama 14 tahun berkarier sebagai seorang pakar finansial, ia kerap menyelipkan sentuhan komedi dalam tiap materi literasi keuangan yang disampaikan.

“Ngomongin uang atau finansial itu kan sesuatu yang serius. Maka, agar materinya jadi lebih ringan dan mudah dipahami orang lain, saya kerap membawakannya dengan cara yang fun dan ada ‘ngelucu-nya’ juga,” tuturnya.

Baca juga:
Benarkah Pria Ingin Terlihat Lebih Superior Lewat Humor Seksis?
Aksi Komika Wanita di Pertunjukan Stand-up Comedy #PerempuanBerhak
Raditya Dika: Tragedy + Time = Comedy

Kegemarannya melucu di atas panggung juga mendorongnya untuk mengikuti komunitas Stand-Up Comic Jakarta Selatan sejak 4 tahun belakangan ini. Di komunitas inilah dia menantang kemampuannya menjadi seorang komika di hadapan muda-mudi.

Tiap enam bulan sekali Wina akan melakukan open mic di hadapan anggota komunitas, untuk melatih kepercayaan dirinya dan menguji materinya apakah cukup bisa memancing gelak tawa penonton.

“Bedanya kalau sedang melakukan financial training, ada misi edukasi keuangan dengan selipan komedi. Sementara di stand-up comedy, saya harus bisa membuat orang tertawa tiap menitnya. Ini susah dan menantang. Tapi, saya sangat menikmati tiap proses kreatifnya yang asyik,” kata Wina, yang lebih mengandalkan teknik ‘menertawakan diri sendiri’ pada tiap momen stand-up comedy-nya.

Cara ini, menurutnya, tak akan membuat orang lain tersinggung dengan lelucon yang dilontarkannya. “Karena yang sedang ditertawakan itu adalah diri saya sendiri,” tambahnya.

Kendati tak menjadikan komika sebagai profesi utamanya, menurutnya, sebagai minoritas, para wanita komika kerap mendapat tantangan ekstra untuk eksis di industri ini.

“Wanita komika masih sangat sedikit memang. Sedihnya, kebanyakan materi yang dibawakan komika lain bersifat misoginis. Kita butuh lebih banyak wanita komika untuk counter attack materi-materi misoginis tersebut dengan cara yang lucu,” kata Wina, yang berharap akan makin banyak wanita komika yang berani bicara tentang pemberdayaan wanita.

Seperti yang ia sampaikan di panggung Perempuan Berhak, tentang bagaimana wanita sebenarnya juga memiliki peran dan berhak menikmati seks, bukan hanya menjadi objek. “Seks itu hubungan antara dua orang. Orgasme dan libido pada wanita itu normal. Maka itu, ada pesan feminisme yang sangat kuat yang ingin saya sampaikan pada tiap materi. Namun, dengan cara yang lucu, agar kesannya tidak terlalu serius,” ujar Wina lagi. (f)
 

Citra Narada Putri


Topic

#perempuanberhak, #ligwinahananto, #komika, #standupcomedy

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.