Tidak sedikit hidangan Indonesia yang mengandung santan. Sebut saja lodeh, soto Betawi,
laksa, juga kolak pisang pun, tak jauh-jauh dari santan. Di balik rasanya yang gurih, si putih ini menyumbang sejumlah akibat buruk untuk kesehatan. Sebut saja, kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi, sehingga santan menjadi salah satu bahan makanan yang kurang ideal untuk menjaga berat badan, kesehatan jantung, dan pembuluh darah. Tidak itu saja, santan kental dapat memberikan asupan kalori sebesar kurang lebih 700 kkal per 250 cc (semangkuk kecil) atau 50-60 kkal per sendok.
Jadi, apakah kita harus menghindari santan sama sekali? Tentu tidak. Boleh saja mengonsumsi masakan bersantan, tapi dengan jumlah dan frekuensi yang terbatas.
(f)Baca juga:Dikira Sehat, Ternyata...