Foto: pixabayData yang dilaoorkan pemerintah, per 27 Maret 2020, terdapat 1046 kasus positif COVID-19, 46 dinyatakan sembuh, 87 meninggal dunia. Kasus positif terbanyak ada di DKI Jakarta, yaitu 598 kasus yang tersebar di berbagai penjuru Ibu Kota. Ini menjadikan Jakarta menjadi epicetrum COVID-19 di Indonesia.
Demi mencegah penyebaran virus corona dari DKI Jakarta ke daerah lain, banyak pihak mewaspadai pergerakanan masyarakat dari Ibu Kota.
Beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta juga menyarankan warga DKI Jakarta agar tidak pergi ke luar Jakarta. Gubernur Jawa Barat pun meminta warga Jawa Barat agar menghindari pergi ke DKI Jakarta untuk sementara waktu.
Mengantisipasi pergerakan masyakat yang mungkin menjadi carrier COVID-19, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mewajibkan para pemudik yang baru tiba di wilayah DIY untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Hal ini dilakukan menyusul data Gugus Tugas Covid-19, kasus positif di DIY sebagian besar berasal dari orang yang datang dari luar DIY.
Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga akan meminta pemudik di daerahnya untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Ia pun mengimbau masyarakat tidak mudik saat lebaran. Ia meminta masyarkat yang berada di DKI, Jabar, dan daerah lainnya agar tetap berada di tempat. Ini penting dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah mengendalikan dan membuat COVID-19 bisa cepat berlalu.
Usulan untuk mencegah mudik secara nasional juga diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengusulkan gerakan tidak mudik tidak piknik sebagai salah satu skenario menjelang musim mudik mendatang.
Jika Anda terlanjur memiliki tiket kereta api, tak perlu khawatir. PT KAI memberlakukan kebijakan pengembalian bea pemesanan tiket 100%, bagi calon penumpang kereta api (KA) yang melakukan pembatalan perjalanan mulai tanggal 23 Maret untuk keberangkatan sampai dengan 29 Mei 2020. Berbagai maskapai penerbangan juga memberlakukan kebijakan serupa.
Bila Anda memiliki ART, alangkah baiknya jika Anda membujuknya agar tidak mudik dulu. Jelaskan dengan baik apakah virus corona (COVID-19), serta apa risikonya jika kebanyakan orang di DKI Jakarta mudik ke daerah. Termasuk risiko tertular di perjalanan mudik termasuk. (f)
Baca Juga:
Bercinta di Masa Pandemi Virus Corona, Amankah?
Tip UMKM Bertahan di Masa Pandemi Virus Corona
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Dari Serangan Virus Dengan Mandi Sinar Matahari
Topic
#corona, #covid19, #lebaran


