Trending Topic
Peran Kartini Masa Kini Pengaruhi Ekonomi Dunia di Tengah Pandemi

21 Apr 2021


Foto: Freepik


Pandemi tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan dan ekonomi, penelitian juga menyebutkan bahwa pandemi memberikan dampak besar bagi kehidupan seorang wanita. Dalam peran domestik, situasi pandemi membuat anggota keluarga menghabiskan banyak waktu di rumah, menambah tanggung jawab besar bagi wanita di rumah mulai dari mendampingi proses belajar anak di rumah dan memastikan asupan gizi yang cukup untuk setiap anggota keluarga, hingga menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat serta suasana yang nyaman. 

Di sisi lain, pandemi juga memperlihatkan bahwa wanita jika berdaya bisa memberikan dampak dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Dalam perusahaan dan dunia bisnis, wanita ternyata juga semakin dibutuhkan untuk membawa sudut pandang dan solusi yang berbeda terutama di kondisi sulit saat ini, sehingga perusahaan tidak hanya survive namun terus tumbuh.

Menurut laporan tahunan Grant Thornton “Women in Business 2021”, yang baru-baru ini dipublikasikan, jumlah wanita yang memegang posisi manajemen senior di perusahaan secara global telah mencatat kenaikan ke angka 31% meskipun pandemi COVID-19 mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia. Melihat kondisi global yang memprihatinkan, hal ini cukup menggembirakan, mengingat perolehan sebelumnya yang hanya mencapai angka 29% selama 2 tahun berturut-turut.

Hasil survei juga menunjukkan jumlah wanita yang menduduki posisi level C-Suite (CEO dan COO) meningkat di angka 26% dibanding tahun lalu yang hanya berada di level 20%. Wanita yang berada di posisi Chief Finance Officer (CFO) juga mengalami peningkatan menjadi 36% yang sebelumnya hanya di angka 30% secara global. 

Hal serupa terjadi di Indonesia, di mana jumlah pemimpin wanita yang berperan aktif mengembangkan potensinya dalam dunia kerja semakin besar. Hasil survei Grant Thornton menyatakan adanya peningkatan jumlah wanita yang menduduki jabatan sebagai Chief Executive Officer (CEO) ke 25% dibanding hasil survei tahun lalu yang masih berada di angka 20% di Indonesia.

Posisi senior tertinggi dengan populasi wanita terbanyak di Indonesia adalah Chief Finance Officer (CFO) sebanyak 56% yang melampaui perolehan hasil tahun lalu yang berada di angka 48%. Disusul Human Resources Director (HRD) sebanyak 40% dan Chief Information Officer (CIO) sebanyak 31%. Laporan ini juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 sebagai negara dengan posisi manajemen senior wanita paling banyak secara global. 

Hasil survei juga menunjukkan adanya upaya signifikan yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperbaiki kesenjangan gender di tempat kerja seperti memastikan adanya akses peluang kerja yang setara dan juga memberikan pendampingan serta pembinaan tanpa membedakan gender.

Berbagai upaya menciptakan kesetaraan gender tentunya akan berperan positif pada kondisi seperti sekarang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Working from home (WFH) misalnya, yang mulai diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia di masa pandemi ini dan bahkan kelihatannya akan menjadi pola kerja untuk masa yang akan datang, pastinya meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas bagi wanita untuk melakukan perannya dalam dunia kerja. Perusahaan-perusahaan yang paling dinamis dan berwawasan ke depan akan memanfaatkan berbagai peluang untuk memperoleh keuntungan dari perubahan ini dan terus bertumbuh. 

Merayakan hari Kartini, Johanna Gani, CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia mengatakan, “peran Kartini modern dalam dunia bisnis saat ini menjadi jauh lebih penting terutama di masa pandemi. Meskipun hasil terbaru laporan Women in Business menunjukkan peningkatan positif, namun jika melihat perkembangan peran wanita di negara lain, masih banyak potensi bagi wanita Indonesia untuk lebih berperan aktif di perusahaan mereka.”

“Grant Thornton sangat mendukung peran wanita untuk selalu menggali potensi yang mereka miliki untuk memberikan kontribusi bagi dunia usaha dan menjadi inspirasi bagi para wanita lainnya. Kesetaraan gender saat ini juga perlu terus dikembangkan agar wanita tidak hanya mampu membantu perusahaan yang mereka pimpin untuk tumbuh namun juga memberi kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” tutup Johanna. (f) 


Baca Juga: 
Retno Kusumawati, Kartini on Cloud
Febriany Eddy: Melihat Kesempatan di Setiap Tantangan
Dewi Nur Aisyah, Pakar Epidemologi Moderen Wanita Satu-Satunya yang Dimiliki Indonesia


Faunda Liswijayanti


Topic

#wanitafemina, #duniakerja, #kartini2021

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?