
Foto: Kate Marilynn K. Yee/The New York Times
“Saya tidak tahu apa yang terjadi,” ungkap Frank Brosnahan (80), yang belum bisa mencerna keputusan tragis putrinya, Katherine Noel Brosnahan, atau yang dikenal di dunia fashion sebagai Kate Spade.“Terakhir kami ngobrol, semalam sebelum kejadian, dia terdengar cukup gembira. Ia menceritakan rencananya untuk melakukan perjalanan ke California, untuk mencari calon sekolah untuk putrinya,” lanjut Frank kepada The Kansas City Star.
Frank tahu bahwa putrinya memiliki masalah. Ia juga mengatakan betapa Kate ingin dunia mengenang kematiannya melalui kontribusinya yang berdampak positif.

Foto kiri: Kate saat pulang kampung ke Kansas (1999). Duduk paling kiri di depan adalah ibunya, June Brosnahan. Foto kanan: Frank Brosnahan bersama Eve, salah satu saudara Kate.
“Dia adalah seorang pemberi dan suka berderma. Apabila itu bisa membantu seseorang untuk terhindar dari segala kesulitan – maka, baiklah, dia akan melakukannya dengan suka cita,” kenang Frank, terhadap sifat putrinya.
Lahir di hari Natal pada tahun 1962, Kate lahir sebagai enam bersaudara. Ayahnya, adalah seorang pengusaha konstruksi, dan ibunya, June Mullen Brosnahan adalah mantan pramugari yang beralih karier menjadi agen real-estate. Jane meninggal di tahun 2010. Kedua orang tua Kate bercerai di tahun 1972, saat Kate berusia 10 tahun, tapi hubungan mereka sebagai keluarga tetap dekat.
Di antara kelima saudaranya, Kate adalah sosok periang yang selalu membawa suasana positif di berbagai kesempatan. Fakta ini membuat orang-orang terdekatnya sulit menerima kenyataan bahwa desainer berbakat kesayangan Hollywood itu Selasa (5/6) lalu mengakhiri hidup di usia 55 dengan menjerat leher menggunakan sehelai scarf.
Bakat dan ketertarikan Kate di dunia fashion telah terlihat sejak ia masih anak-anak. “Waktu usia 5 tahun, dia gemar sekali mencoba seluruh koleksi sepatu ibunya,” kenang Frank.
Teman sekolahnya di St. Teresa’s Academy, sekolah katolik khusus wanita mengingat sosok Kate yang fashionable. Kate hobi tampil spesial dengan mengenakan topi atau kaus kaki warna mencolok.
Kate remaja juga hobi keluar masuk toko vintage untuk mewujudkan gaya tampilannya yang lebih New York City daripada Kansas City. “Saya gemar mengenakan jaket panjang motif leopard dan celana cigarette,” ujar Kate dalam sebuah wawancaranya bersama The Wall Street Journal di tahun 2016. “Ini membuat saya terlihat aneh di Kansas,” lanjut Kate, tertawa.
Di akhir percakapannya dengan sang putri, Senin (4/6) lalu, Frank menyarankan Kate untuk membaca ulang salah satu artikel Wall Street Journal yang terbit akhir pekan sebelumnya. Artikel itu mengulas tentang jatuhnya bisnis sepatu warna nude. “Ini menjadi perkatan terakhir saya padanya,” kenang Frank, masih diliputi duka mendalam. (f)
Baca Juga:
Kampanye “Where is Kate?” Sebelum Kate Spade Meninggal, Pesan Ingin Melarikan Diri dari Kehidupan?
Kenangan Tentang Kate Spade Bagi Orang-orang Terdekat
Penghormatan Terakhir David Spade untuk Kate Spade
Topic
#katespade, #bunuhdiri


