Trending Topic
Michelle Obama Blak-Blakan Tentang Perkawinannya Dengan Barack. Mereka Bahkan Pernah Ke Konselor Perkawinan

28 Dec 2018


Foto: Instagram @michelleobama
 
Sejak dikenal publik secara global saat Barack Obama berjuang untuk menjadi Presiden Amerika Serikat, pasangan ini seperti relationship goal bagi banyak orang di dunia. Selain karismanya, Barack yang romantis, sering tertangkap kamera memberi Michelle tatapan mesra, merangkul dan mencium istrinya. Bahkan, dansa mereka saat terpilih menjadi Presiden AS pada tahun 2009 lalu terasa masih segar diingatan publik.

Sementara, Michelle tampak sebagai istri yang kuat, pintar, memberikan dukungan penuh bagi suaminya, juga seorang wanita yang fashionable. Bahkan, ia meninggalkan kariernya sebagai seorang pengacara papan atas saat akhirnya ia menjadi First Lady.  Pidatonya yang bernas menjadi kutipan-kutipan inspiratif, salah satu yang menjadi motonya “When they go low, we go high” yang ia sampaikan dalam pidato Konvensi Partai Demokrat 2016.

Karena itu, saat Michelle mengaku pernah meminta bantuan konselor perkawinan, berita ini tentu menjadi perhatian banyak pihak. hal itu ia sampaikan pada wawancara ekslusif dengan People dalam rangka promo bukunya, Becoming, yang kini sudah terjual jutaan kopi.
 
“Sebab kami adalah role model, karena itu sangat penting bagi kami untuk jujur dan mengatakan, “Ketika Anda dalam sebuah perkawinan dan beberapa kali ingin ‘pergi’, maka itu adalah hal normal. Sebab kami memang mengalami hal tersebut,” ujar wanita berusaha 54 tahun ini.
 

 
 
Namun apakah ia pernah berpikir untuk meninggalkan Barack? “Tentu saja ada saat-saat saya berharap hal-hal yang berbeda, tapi saya tidak pernah berpikir seperti itu,” jawabnya.

Dalam Becoming, ibu dua putri ini memang menulis dengan gamblang kesulitan yang harus ia dan Barack hadapi. Setelah janji perkawinan mereka ucapkan pada 1992, hidup memang menjadi makin kompleks saat mereka memiliki dua anak, Malia (kini 20 tahun) dan Sasha (kini 17 tahun).  Michelle juga membuka fakta bahwa ia pernah keguguran dan bisa mendapatkan kedua anaknya dengan program bayi tabung.

Setelah kedua anak mereka lahir, barulah mereka berbagi peran untuk karier masing-masing. Barack meniti jalur politisi, sekaligus mereka harus menghadapi stress khas para orang tua muda. Sata itulah mereka memilih pergi berkonsultasi pada konselor perkawinan.
 

 
 
“Konseling perkawinan, bagi kami, adalah salah satu cara untuk belajar membicarakan perbedaan kami,” demikian ujarnya pada acara Good Morning America.

Menurutnya, dengan konseling perkawinan, ia belajar mengontrol kebahagiaannya sendiri.

“Saya belajar tentang diri sendiri apakah hal-hal yang membuat saya bahagia, saya mulai berolahraga, mulai mau meminta pertolongan, tidak hanya dari Barack, juga dari orang lain,” katanya. “Saya juga berhenti untuk selalu merasa bersalah.”

Kini, setelah meninggalkan the White House pada Januari 2017, pasangan ini menikmati saat-saat berduaan yang sulit mereka dapatkan selama 8 tahun menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

“Kami menemukan satu sama lain lagi,” ujarnya kepada People.
 


 
 
Yang ia maksudkan adalah, waktu sendiri. Ya, mereka bisa makan malam dan melakukan banyak hal berdua saja, sama seperti dulu sebelum anak-anaknya lahir, tidak ada publikasi, “No nothing. Just us and our dreams,” katanya.

Wanita penyuka sayuran kale ini juga mengingat gateway mereka, hanya berdua saja, ke Palm Spring. “Itu kali pertama setelah jangka waktu yang lama hanya kami berdua. It was good.” (f)


Yoseptin Pratiwi


Topic

#michelleobama, #barackobama, #obama, #becoming, #firstlady, #amerika