Trending Topic
Indonesia Butuh Dosis Ketiga Vaksin sebagai Perlindungan Ekstra?

7 Jul 2021


Foto: Unsplash


Pemerintah terus melakukan percepatan program vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanganan pandemi. Seiring dengan banyaknya jenis vaksin yang tersedia, linimasa media sosial pun diramaikan dengan perdebatan mengenai vaksin apa yang terbaik. Menanggapi kecenderungan masyarakat untuk pilih-pilih jenis vaksin ini, Kemenkes mengeluarkan pernyataan bahwa semua vaksin yang tersedia saat ini adalah yang terbaik untuk digunakan.

Kini, ketika program vaksinasi COVID-19 dengan dua dosis ini masih terus berlangsung, Indonesia kembali dihadapkan dengan muncul virus COVID-19 varian baru, Delta dan Kappa, yang jauh lebih cepat penyebarannya. Hal ini sangat berdampak pada kenaikan jumlah tenaga kesehatan (menurut data tim mitigasi IDI, dari 949 nakes, ada 20 dokter dan 10 perawat) yang meninggal karena COVID-19 meski mereka telah menerima dua dosis vaksin Sinovac. 

Seperti yang dilansir dari VOA Indonesia, sejak munculnya ‘Variant of Concern’ seperti varian Delta, negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dan Prancis telah melakukan penyuntikkan dosis ketiga vaksin COVID-19 demi tingkatkan antibodi. “Booster ulang direkomendasikan oleh Sinopharm. Sudah dilakukan di UEA dengan kombinasi vaksin Pfizer. Rekomendasi itu berdasarkan hasil uji klinis,” ungkap Grace Wangge, Epidemiolog ISOP Indonesia.

Mengamati perkembangan tersebut, beberapa epidemiolog mengusulkan pemberian vaksin dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan di tengah meningkatnya jumlah kematian kolega mereka akibat COVID-19, masuknya varian baru yang cepat menyebar, dan tingginya peningkatan kasus positif di Indonesia. 

Dalam berita yang dikeluarkan oleh BBC.com, epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko dan Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan bahwa pemberian dosis ketiga ini diharapkan dapat berperan sebagai pendorong untuk meningkatkan atau menjaga efikasi vaksin Sinovac dan juga melindungi tenaga kesehatan dari serangan varian virus baru.

Dicky Budiman bahkan menyatakan pemberian vaksin ketiga sebagai booster ini penting sekali untuk tenaga kesehatan dan jika memungkinkan juga untuk kaum lansia dan komorbid untuk perlindungan ekstra karena munculnya varian virus COVID-19 baru. Usulan tersebut muncul karena belum adanya data yang memadai atas efektivitas vaksin yang ada dalam melawan varian baru.

"Booster ini sangat diperlukan untuk memperkuat respons antibodi terhadap varian baru, terutama Delta dan mungkin Delta plus. Selain meningkatkan imunitas, juga meningkatkan efikasinya dari ancaman varian baru," kata Dicky.

Meski begitu, nampaknya pemberian dosis ketiga vaksin ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena masih menjadi perdebatan di kalangan epidemiolog dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO pun belum merekomendasikannya. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa hingga kini belum ada publikasi ilmiah mengenai pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 dan pemerintah kini tengah melakukan studi mengenai kapan menurunnya efikasi vaksin Sinovac. (f) 


Baca Juga: 
Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun, Amankah?
Ibu Hamil, Sekarang Giliran Anda Untuk Vaksinasi
Presiden Joko Widodo Umumkan Vaksinasi Anak Usia 12 hingga 17 Tahun Segera Dimulai

 



Topic

covid19, corona, vaksin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?