
Dok.Lelewatu
Jenny Tan, pebisnis hotel yang ingin berbagi keindahan tanah Sumba mewujudkannya dengan mendirikan Lelewatu Resort, Sumba, sebuah penginapan seluas 10 hektare di kampung halaman.
Resort yang terletak di Jl. Lelewatu No.168, Wanokaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, ini memiliki 27 villa yang selaras dengan alam, dari tipe yang menghadap Samudera Hindia, berada tepat di atas tebing, hingga yang mengadopsi rumah adat Sumba.
Setiap kamar dilengkapi dengan infinity pool, desain kamar yang nyaman, dan butler service.
Tradisi keluarga Sumba yang terbiasa beristirahat bersama di dalam satu ruangan besar menginspirasi vila jenis Uma Humba seluas 250 m2. Ada delapan single-bed yang di tengah-tengahnya terdapat area bersama dan dapat digunakan untuk makan atau berkumpul. Dekorasi kamar didominasi tenun ikat, serta menghadap balkoni berlantai bambu.
“Orang Sumba tidur secara komunal, di ruangan yang sama juga untuk memasak. Di rumah yang sama pula hewan peliharaan berdiam, di lantai paling bawah. Hasil panen ditempat di lantai teratas. Namun di vila yang dikhususkan bergaya lebih tradisional dan rustic ini, lantai dasar kami fungsikan sebagai kamar mandi," ujar Jenny. Nyatanya, kamar mandinya mewah dan cukup luas.

Kamar mandi Uma Humba. (dok.Lelewatu)
Di Pulau yang berjarak 1 jam perjalanan udara dari Bali ini, Jenny mengajak tamu untuk melihat opsi berwisata yang ada. Ada Desa Waigali di Lamboya dan Wanokaka, dengan pemandangan magis dari atas tebing, menuju laut. Konon, desa ini dibangun oleh penduduk pertama di wilayah Sumba Barat.
Yang senang berpetualang perlu menuju ke Air Mancur Lapopu di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Di wilayah air mancur tertinggi di NTT ini, ditemui puluhan spesies kupu-kupu dan burung julang Sumba.
Tamu juga bisa hiking, bersepeda, dan berkuda di sekitar resort. (f)
Baca juga:
Belanja Ikan di Muara Baru, Yuk!
Hans Christian Menuju Pelabuhan Baru
Tomasso Mengenang Florence
Trifitria Nuragustina
Topic
#lelewaturesorts, #hotelsumba, #luxuryvilla




