Food Review
Tomasso Mengenang Florence

13 Dec 2019

 
Osteria GIA
Pacific Place – East Lobby, Jl. Jend. Sudirman, SCBD, Jakarta Selatan. Telp: (021) 5153300
 
Senyum chef Tommaso Gonfiantini menyambut femina di Osteria Gia. Di
 proyek terbaru berdekor nostalgia Italia, Ismaya membuktikan kekuatannya berinovasi dalam menciptakan suasana yang memikat.
 Ini tak lama setelah grup tersebut menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan Gunpowder Kitchen and Bar yang terlihat bak spice room yang menawan.
 
Kata ‘osteria’ berarti ‘osterie’, tempat makan penyedia comfort food dan wine di pemukiman Italia. Di Osteria GIA, tidak diperlukan tampilan makanan yang berlebihan atau fusion yang menenggelamkan rasa Italia itu sendiri. Sebagian besarnya dimasak lama dan perlahan, gaya slow cooking. “From old town Italy to downtown Jakarta,” begitu Osteria GIA berslogan.
 
Sepanjang hari disajikan pizza dan pasta, mengandalkan memori Tommaso akan tempat kelahirannya 
di Florence, diperkaya pengalaman kerja di Roma dan New York.
Ia masih mendasari pengetahuan memasaknya dengan resep turunan keluarga, ditemani perkembangan pengetahuan yang tak justru membuatnya mencemari makanan Italia yang berhakikat simpel. Di setiap sendoknya, mari menikmati alaminya manis terung dan tomat yang dimasak penuh kesabaran, atau gurih yang diraih dari pematangan daging sapi atau jamur.

Coba salah satu andalannya, yakni Pane Arabo berupa perpaduan bresaola, buffalo mozarella, tomatoes, arugula, caciocavallo, dan berkucur balsamic vinegar. Atau, Cavatelli berupa pasta yang beradu dengan escargot, porcini, dan keju buratta.  

Ingin tahu apa yang dicoba femina di ajang Grand Opening? Ini menu-nya:

Antipasti:
1/ Angus Carpaccio berpadu trfulle, jamur, dan keju parmigiano
2/ Guazetto Prawn bersama saus white wine-sage diiringi garlic bread

Pasta:
3/ Cacio e Pepe (saus parmigiano - pecorino, black peppercorn, dan mentega)
4/ Salmon Farfalle (bersama squid ragout)

Pizza:
5/ Quattro Formaggi (saus black truffle mushroom,  bersama empat jenis keju, yakni mozarella, gorgonzola, parmigiano, dan pecorino)

Dessert: 
6/ Vanila Panna Cotta yang dipermanis butter cookies, saus karamel, remahan Nutella 'soil', dan cherry purée
7/ Espresso Affogato bersama white chocolate brownie, hazelnut gelato, dan caramelized honeycomb


Sebagai finalé, bahkan Tomasso memberikan femina sepiring Tiramisu sebagai bonus. Sapuan krimnya lembut, dengan mascarpone dan kopi yang begitu kentara.

Namanya terdengar 
familiarTomasso juga adalah chef yang menangani restoran GIA milik Ismaya yang berletak di Sampoerna Strategic Square. Di dapur keduanya, ia menunjukkan cintanya tak pernah habis untuk tamu. Bersama keju fontina yang menyeruak, aroma tomat yang ranum, atau semerbak fennel dan thyme, ia menyajikan makanan bersama cerita. Di tengah restoran Ismaya yang selalu sibuk, ia mungkin tak menyadari sedikit nafas osterie telah dihadirkan olehnya: Obrolan antar koki dan tamu yang membuat osterie senyaman rumah kedua. 

Setelah enam bulan pembukaan dan sebuah grand opening November lalu, Osteria GIA memperlihatkan posisinya sebagai destinasi bersantap kaum urban. Riuh rendah pemburu tempat santap terbaru, dipadu kalangan gourmand penyuka makanan Italia, meramaikan meja-mejanya.  Dengan suasana restoran yang hangat, nyaris selalu terlihat budaya makan bersama-sama yang mengalir di Indonesia dan Italia, di sini. (f)
 
Baca juga: 
Chef Tommaso Gonfiantini Luncurkan Menu Terbaru GIA Jakarta
First Crack Coffee: Racikan Kopi Masa Kini​
Belanja Ikan di Muara Baru, Yuk!


 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?