
Foto: Shutterstock
Di Indonesia, siapa yang tidak mengenal jamu? Ramuan tradisional yang terbuat dari rempah rempah ini, diperkirakan sudah ada sejak 1300 Masehi. Walaupun jamu tidak populer di generasi muda Indonesia saat ini, namun hingga kini jamu masih menjadi minuman berkhasiat favorit di Indonesia.
Harga jamu relatif murah dan mudah didapat. Tapi, ketika dunia sedang dilanda pandemic virus corona atau Covid-19, masyarakat berbondong-bondong membeli dan mengonsumsi jamu, termasuk President Republik Indonesia, Joko Widodo. Bahkan Presiden Indonesia ini telah mengganti suguhan minuman untuk tamu-tamunya dari teh menjadi jamu. Jamu diyakini dapat memperkuat daya tahan dan kesehatan tubuh.
Jamu biasanya diracik dari beberapa rempah khas Indonesia, seperti kunyit asem, jahe, temulawak, beras kencur, gepyokan, dan lainnya. Lalu, apa khasiat jamu untuk kesehatan?
Penelitian yang dilakukan pada kunyit, yang banyak digunakan dalam jamu, menunjukkan bahwa kunyit mengandung zat aktif yang bersifat anti-inflamasi (bengkak) dan antibakteri.
Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium, yang dapat membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun, serta menangkal infeksi bakteri dan virus.
Temulawak memiliki aroma yang sedikit menyengat namun sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti membantu masalah pencernaan atau masuk angin.
Sedangkan beras kencur memiliki khasiat mengatasi flu, menambah stamina tubuh, serta kaya antioksidan.
Dalam situasi yang mengancam kesehatan seperti saat ini, beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi rempah-rempah dalam jamu. Salah satu yang mengimbau adalah Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga, Prof. C.A. Nidom. Kini jamu dikemas dalam bentuk yang modern dan lebih mudah dikonsumsi. Selain dalam bentuk bubuk siap seduh, tak sedikit yang menjualnya dalam kemasan ready to drink yang praktis. Bahkan saat ini ada toko jamu modern yang dibalut dalam suasana café.
Meskipun jamu dipercaya dapat memperkuat imun dan kekebalan serta kesehatan tubuh, khasiatnya tidak seperti obat yang langsung terlihat khasiatnya. Butuh ketelatenan dan rutinitas untuk mendapatkan manfaat jamu. Itu sebabnya jamu lebih banyak digunakan sebagai langkah prefentif mencegah penyakit. Walaupun begitu, tidak ada salahnya mengonsumsi jamu disaat merebaknya kasus Covid-19 seperti sekarang ini.
Baca Juga:
Acaraki: Gaya Jamu Masa Kini
Mengenal Keunikan Jamu, Ramuan Tradisional Indonesia Yang Tetap Disuka
Topic
#Jamu , #KhasiatJamu, #corona



