Sex & Relationship
Stres Fisik dan Psikis Bisa Jadi Alasan Pasangan Menolak Bercinta

20 Jul 2018

Foto: Pixabay

 
Ada sindiran yang mengatakan, pria dan seks itu ibarat kucing dan ikan. Enggak mungkin menolak, deh. Tapi, kenyataannya, sindiran itu tidak sepenuhnya tepat. Buktinya, sebanyak 62% pria di Inggris mengatakan bahwa mereka lebih sering menolak untuk berhubungan seks dibandingkan pasangan mereka. Fakta mencengangkan itu terungkap dalam survei yang dilakukan Ukmedix, sebuah apotek online, terhadap 2.000 pria di Inggris.

Wah… wah… wah…, kok, bisa, ya? Ya, sama seperti wanita, pria juga terkadang merasa terlalu letih untuk bercinta. Setidaknya, itulah alasan 45% pria yang mengikuti survei tersebut. Selain itu, masih ada alasan-alasan lainnya. Stres di pekerjaan (39%), sakit kepala (33%), kekenyangan (29%), dan acara seru di TV (24%) juga bisa membuat hasrat bercinta pria padam. Penasaran, bagaimana dengan pria-pria di Indonesia, ya?

Menurut Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd. FAACS, Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi dan Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, stres dapat berupa stres fisik dan psikis. Keduanya dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi fungsi seksual.

“Sebagai contoh, karena stres,  ereksi terganggu. Bahkan, stres yang berlangsung lama dapat menekan hormon,  antara lain hormon testosteron, yang berpengaruh langsung pada fungsi seksual, baik pada pria maupun wanita,” paparnya.

Maka, tidak aneh jika dalam keadaan stres, orang menjadi tidak bergairah atau tidak mampu berereksi dengan baik, sehingga menolak atau enggan melakukan hubungan seksual. Karena, dalam keadaan stres, fisik maupun psikis, dia sebenarnya dalam keadaan tidak sehat.

“Fungsi ereksi merupakan salah satu indikator apakah orang berada dalam keadaan sehat atau tidak. Demikian juga fungsi seksual lainnya,  seperti gairah seksual dan perlendiran vagina,” ujar Prof. Wimpie.

Oleh karena itu, jika pasangan Anda menolak melakukan hubungan seksual, cari tahu penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kelelahan atau karena mengalami disfungsi seksual, penyebab itu harus segera diatasi.

“Jika karena kelelahan akibat suatu penyakit, tentu penyakit itu harus disembuhkan. Jika kelelahan karena kurang beristirahat, ya, harus beristirahat yang cukup dulu. Tetapi, jika penyebabnya kejenuhan terhadap pasangan, ya, harus diatasi dengan melakukan variasi yang dikehendaki bersama,” sarannya.

Jika pasangan Anda mengalami disfungsi ereksi,  Anda dapat membantu dengan cara tidak menyampaikan keluhan atau kemarahan yang justru memperberat disfungsi ereksinya. “Doronglah suami Anda untuk memeriksakan diri agar mendapat pengobatan profesional. Intinya,  tiap masalah seksual, khususnya disfungsi seksual, harus segera diatasi agar tidak berlanjut lebih lama. Makin lama dibiarkan akan  makin memperberat disfungsi ereksi dan menyebabkan akibat buruk,” jelas Prof. Wimpie. (f)

Eka Januwati

Baca juga:
Ini Otot-otot yang Bekerja untuk Seks
3 Cara untuk Hangatkan Lagi Seks Anda!
Di Masa Nifas, Perlukah Cuti Seks? Ini 3 Masalah Yang Biasa Terjadi dan Solusinya
7 Problem Seks Wanita
Ini 7 Masalah Seksual yang Paling Banyak Dikeluhkan Pria di Indonesia



Topic

#seks, #tipbercinta

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.