Reviews
Film Seru Minggu Ini : How To Train Your Dragon 3 & Swing Kids

12 Jan 2019

Foto: Dreamworks Animation

How To Train Your Dragon 3 : The Hidden World
 
Aroma cinta berembus di kampung suku Viking Berk. Bukan hanya warga menyarankan Hiccup ( diisi suara oleh Jay Baruchel) sang kepala suku baru untuk menikah dengan Astrid ( diisi suara oleh America Ferrera ), Toothless sang naga night fury pun jatuh cinta. 
 
Rupanya di dunia masih tersisa seekor naga night fury betina berwarna putih yang kemudian disebut Astrid, light fury. Gemulai dan mampu menghilang jadi keistimewaannya. Toothless hilang konsentrasi, terus mengejar kemana pun light fury terbang. Rupanya ini dimanfaatkan Grimmel seorang pemburu naga untuk menangkap night fury terakhir yang ada di dunia, sekaligus menangkap naga-naga di Berk.
 
Meski sedih dan sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri, Hiccup berbesar hati membuatkan ekor dari besi yang kuat untuk Toothless agar bisa terbang tanpa bantuannya. Menuju Hidden World, sebuah tempat dimana naga tinggal dengan damai. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa mencintai berarti juga berani melepaskan.  
 

Foto : Annapurna Pictures

Swing Kids
 
Semenjak perkenalannya dengan tap dance, Ro Ki-soo (Do Kyung-soo atau D.O. EXO) tak bisa berhenti memikirkan tarian itu. Sebagai pendukung komunis yang anti segala sesuatu yang berasal dari Barat, ia menghadapi dilema. Ia tak dapat menyangkal panggilan jiwanya, akhirnya bergabung dengan kelompok tari Swing Kids yang dibesut Jackson (Jared Grimes), seorang tentara Amerika.
 
Ki-soo tidak sendiri. Ada Kang Byung-sam (Oh Jung-se), Xiao Fang (Kim Min-hon), dan Yang Pan-rae (Park Hye-su). Masing-masing memiliki latar belakang dan memiliki alasan sendiri untuk ikut kelompok tari ini. Di tengah penjara di Geoje, bersama-sama mereka pun berusaha belajar dan mengemas tarian menjadi pertunjukan yang indah, sekaligus menghibur diri di tengah kondisi yang serba sulit. 
 
Dikemas dalam bentuk drama musikal, film berlatar belakang masa perang Korea Utara dan Selatan pada tahun 1950-an, sutradara Kang Hyeong-cheol sesungguhnya memiliki pesan antiperang dan menyentil rasisme. 
 
Dengan latar belakang situasi ini, siapkan diri Anda untuk adegan-adegan yang memancing air mata. Atau mungkin setelah menonton film ini Anda juga terinspirasi untuk belajar tap dance? (f)

Baca Juga:

Tribut Kepada Ateng Iskak, Film 'Lagi Lagi Ateng' Siap Menghibur Mulai 10 Januari 2019
Menyoroti Stereotip Dalam Film


Nuri Fajriati


Topic

#review, #film, #animasi, #EXO