Trending Topic
Mitos dan Fakta Tentang Makanan-Makanan Pemicu Kanker

9 Jan 2019


Foto: Pexels

Berbagai penelitian, salah satunya Union for International Cancer Control (UICC), telah menemukan kaitan antara makanan dan kanker. UICC memperkirakan, 43% kanker dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, salah satunya pengaturan pola makan.
 
Menurut dr. Tan Shot Yen, pola dan gaya makan serta konsumsi jenis makanan yang samalah yang menyebabkan seseorang ikut mewarisi penyakit yang sama dengan orang tuanya.
 
Di masyarakat, banyak berkembang kabar tentang makanan ini dan itu, termasuk tentang makanan yang bisa memicu kanker. Bagaimana kebenarannya?
 
Daging merah
Fakta: Mengonsumsi lebih dari 100 gram daging merah (sapi, kambing, domba, babi) dan olahannya (bakso, sosis, daging asap) per hari, menurut The European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC), dapat meningkatkan risiko kanker lambung hingga tiga kali lipat. Daging merah yang diolah dan diawetkan juga meningkatkan risiko kanker pankreas.
 
Para ahli menduga, ini ada kaitannya dengan unsur kimiawi pada daging, yaitu  haem (zat yang memberi warna merah pada daging) dan nitrit atau nitrat yang digunakan sebagai pengawet.
 
“Daging merah yang dijual di pasaran sering kali diawetkan dengan garam nitrit untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Garam nitrit yang bercampur dengan daging merah dalam kadar tertentu dapat memunculkan nitrosamin, salah satu zat yang dianggap pemicu kanker atau karsinogen,” jelas dr. Inge Permadi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinis.  
 


Foto: Pexels
 
 
Ikan atau kerang laut dangkal
Fakta: Menurut Prof. DR. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Rad (K) Onk.Rad, Kepala Department Radiotherapy RSCM, dalam salah satu seminar tentang kanker, seafood yang hidup di laut yang sangat tercemar logam berat bisa berpotensi meningkatkan risiko kanker. Begitu juga ikan laut dalam, predator berukuran besar yang memakan ikan-ikan yang mungkin telah tercemar logam berat.
 
Kedelai
Fakta: Hasil penelitian tentang hubungan kedelai dan kanker berubah-ubah. Pernah diteliti bahwa kandungan phytoestrogen-nya dapat mencegah kanker payudara, namun kemudian muncul hasil penelitian sebaliknya. Kedelai dicurigai memicu kanker yang berhubungan dengan reproduksi wanita, seperti payudara dan rahim.
 
Penelitian lebih lanjut memang masih diperlukan. Salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah fakta bahwa sebagian besar kedelai kini merupakan produk rekayasa genetika yang belum diketahui keamanannya dalam jangka panjang.
 
Menurut dr. Tan Shot Yen, kunci mengonsumsi kedelai yang sehat adalah kedelai yang difermentasi, seperti tempe, miso, dan taoco, yang diolah secara sehat pula.



Foto: Pexels
Gula
Fakta: “Yang dimaksud di sini adalah sumber makanan yang cepat diubah tubuh menjadi gugus gula, istilahnya memiliki indeks glikemik tinggi, seperti tepung terigu dan gula pasir,” ujar dr. Tan.
 
“Hal ini mengakibatkan insulin cepat naik, hormon eikosanoid yang buruk ikut naik. Jika ini terus terjadi, salah satu akibatnya adalah perbanyakan sel tak normal yang tak lain adalah tumor atau kanker,” tambah dr. Tan.
 
Alkohol
Fakta: Alkohol sering dikaitkan dengan kanker hati, lambung, dan payudara. Ini dibenarkan oleh beberapa institusi kesehatan.  The International Agency for Research on Cancer (IARC) sudah menyatakan bahwa alkohol adalah salah satu faktor risiko kanker lambung.
 
National Cancer Institute memperkirakan, alkohol menyebabkan  3,5%  kematian karena kanker di Amerika Serikat, atau 20.000 kematian yang berkaitan dengan kanker.
 
Alkohol menyebabkan hati harus bekerja keras untuk membuang zat yang bersifat racun yang terkandung dalam alkohol. Tubuh pun memproduksi lebih banyak radikal bebas, dan meningkatkan produksi estrogen yang meningkatkan risiko kanker payudara.
 

Foto: Pexels
 
Garam
Fakta: Menurut dr. Tan, selama penggunaan garam dalam batas normal sebagai pemberi rasa makanan, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, efeknya menjadi tidak normal jika konsumsinya berlebihan, seperti dalam makanan yang diawetkan dan makanan instan. Penelitian dari IARC pun menduga makanan yang diawetkan dengan garam bisa meningkatkan risiko kanker lambung.
 
Pemanis buatan
Fakta:   Pemanis buatan jenis saccharin sudah dinyatakan dilarang di Kanada dan dinyatakan berisiko menyebabkan kanker di Amerika Serikat. Namun, jenis pemanis buatan lain seperti aspartam masih perlu penelitian untuk menemukan pengaruhnya pada manusia jika digunakan terus-menerus dalam jumlah banyak.
 
Makanan instan
Fakta: Makanan instan umumnya memiliki kandungan zat kimia, garam, atau gula yang tinggi, semua faktor yang telah diteliti dapat meningkatkan risiko kanker. (f)

Baca Juga:
Penyakit Kanker Seperti Yang Pernah Diderita Ustadz Arifin Ilham, Bukan Penyakit Instan
Tipe-Tipe Leukemia
 
 

Yoseptin Pratiwi


Topic

#kanker, #getahbening, #nutrisi, #karsinogenik, #dagingmerah, #kedelai, #seafood

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.