
Foto: Dok. Pribadi
Tingginya jumlah penderita diabetes di Indonesia menggelitik Nuning Nurcahyani, S.Si., Apt. untuk melakukan penelitian tentang daun stevia. Herbal ini dikenal sebagai alternatif pemanis yang ramah bagi penderita diabetes karena memiliki rasa manis 200 hingga 300 kali gula biasa, tanpa kalori, dan dapat mengendalikan gula darah.
“Waktu itu yang jadi masalah adalah aftertaste-nya yang ketar, tidak enak. Karena itu saya bekerja sama dengan alumni kampus saya, Universitas Padjadjaran untuk melakukan penelitian. Hasilnya setelah tiga tahun penelitian dari tahun 2015 – 2018, ditemukanlah formula yang bisa diterima rasanya. Agar bisa diterima masyarakat tercetuslah ide teh celup yang menggabungkan teh hitam dan stevia,“ ujar Nuning yang menjabat sebagai Direktur PT Darya Padma Enoes tentang asal-usul Tehdia, dalam Bincang UKM Sesi 2 : UKM SIAP EKSPOR: MENYIAPKAN SERTIFIKASI EKSPOR. Acara webinar ini kolaborasi Wanita Wirausaha Femina dengan Facebook #shemeansbusiness dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun 2021, angkatan ke 3.
Selanjutnya, Nuning segera mengurus izin edar di BPOM. Saat itu Kementerian Riset dan Teknologi berencana untuk membawa Tehdia dalam acara Indonesia Innovation Day di Jerman. Saat itulah Nuning memetik banyak pelajaran.
“Ternyata ada tantangan. Karena ini produk inovasi, produk riset belum ada produk kompetitor atau sejenis sehingga ketika mau masuk registrasi daring, daun stevia belum ada dalam daftar bahan baku BPOM. Kami ditolak. Kami pun minta bantuan universitas dan Kemenristek untuk mengomunikasikannya dengan BPOM. Akhirnya izin edarnya keluar.”
Urusan dengan BPOM belum selesai, karena kemudian Nuning berpikir, Tehdia adalah teh celup yang rasanya manis tapi tidak ada tambahan gula, sehingga ia ingin mencantumkan klaim bebas gula. Di BPOM saat itu juga belum ada produk sejenis. Kategori teh celup ini tidak masuk kalau mau klaim bebas gula. Teh celup biasa tidak ada yang pakai gula.
“Setelah diskusi beberapa kali dengan BPOM akhirnya dibuat jalan tengah, BPOM membuat satu kategori pangan baru, yaitu teh celup manis. Barulah kemudian kami bisa mengajukan klaim teh celup bebas gula.”
Proses perijinan yang lebih panjang memang risiko produk inovatif, tapi ini memberi kebanggan tersendiri, bukan? Saat ini Tehdia dengan bangga menyandang gelar sebagai satu-satunya ceh celup manis tanpa gula. Tehdia memiliki dua varian rasa, original (teh hitam dan daun stevia) serta rasa leci.
Tantangan lain juga dihadapi Nuning. Masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa dengan manisnya gula memerlukan edukasi tentang daun stevia. Belum lagi pandemi yang menurunkan daya beli masyarakat. Harga Tehdia memang terbilang premium. Hal inilah yang membuat Nuning ingin mencoba ekspor, merambah pasar luar negeri. “Di luar negeri stevia sudah terkenal.”
Lewat kenalan di Amerika Serikat, ia mencoba mengirim contoh produk dan ternyata ada ketertarikan. Didampingi Kemendag saat ini mereka sedang menjalani proses ekspor. Ia pun bercerita, sebelum mengajukan sertifikasi yang diperlukan terkait persyaratan ekspor produk pangan ke negara tujuan, yang pertama perlu dipastikan adalah mengurus legalitas perusahaan. Selanjutnya melakukan penelitian tentang produk kita baik kelebihan maupun kelemahannya. Disusul mengukur kapasitas produksi untuk menentukan izin edar sesuai skala usaha yang dimiliki.
“Saya mendapat pendampingan dari KEMENDAG untuk mengurus sertifikasi HACCP atau keamanan pangan. Saya baru dapat akhir 2020”.
Setiap negara punya aturan yang berbeda. Kalau ingin masuk ke negara tertentu, tak ada cara lain selain mengikuti aturan yang berlaku. Dalam hal ini Nuning harus patuh pada aturan FDA, BPOM versi Amerika Serikat. “Jika distributor di sana memasukkan produk dalam bentuk sudah dalam kemasan dengan merek Tehdia maka harus ada beberapa penyesuaian, misalnya kemasan harus semua berbahasa Inggris, ada informasi kandungan bahan, dan mengikuti format baku fakta nutrisi FDA. Selain itu, kami harus membungkus tiap teh celup dalam kemasan sachet alumunium foil.”
Untuk memenuhi semua ketentuan tersebut, Nuning pun perlu melakukan penyesuaian pada kemasan Tehdia sesuai standar negara tujuan ekspornya. Nuning berharap rencananya menembus pasar Amerika Serikat tahun ini dapat segera terwujud. (f)
Baca Juga:
Ekstrak Vanilla Ini Menjadikan Label Halal dan Keaslian Sebagai Unggulan
3 Hal yang Perlu Disiapkan UKM Saat Mengurus Sertifikasi Halal
Pelaku UKM, Yuk, Cari Tahu Peluang Ekspor Produk Halal
Topic
#webinar, #Facebook, #feminalive, #bisnis, #ukm, #ekspor, #shemeansbusiness




