
Foto: Shutterstock
Pandemi dan situasi krisis selama satu tahun terakhir ini telah berdampak pada kesehatan mental, fisik, dan sumber penghasilan seseorang. Peningkatan risiko pada segala aspek dalam kehidupan ini tentunya dapat mengganggu kondisi finansial individu ataupun keluarga.
Tak sedikit pula yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan gaji. Jika sudah begitu, ada beberapa penyesuaian yang harus Anda lakukan, seperti merencanakan dan menghitung ulang anggaran bulanan, berhemat dan disiplin dengan rencana keuangan baru, serta mengurangi belanja hal-hal yang tidak perlu.
Survival mode selama masa pandemi ini juga membuat sebagai besar dari kita menggunakan tabungan yang tadinya dipersiapkan untuk hal lain dan dana darurat. Menyiapkan dana darurat menjadi sangat penting di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini. Apalagi karena situasi yang serba tidak pasti.
Lalu pada situasi apa sebenarnya dana darurat ini boleh Anda pakai?
1/ Kehilangan pekerjaan
Jika Anda terkena PHK atau penghasilan bulanan berkurang drastis, maka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Anda boleh menggunakan dana darurat. Namun yang harus diingat adalah pemakaian dana ini betul-betul hanya untuk mengganti biaya hidup utama dengan kualitas dan standar kehidupan yang tentunya tidak bisa disamakan dengan situasi normal.
2/ Terkena musibah atau sakit
Ketika sakit dan Anda tidak memiliki asuransi atau BPJS, dana darurat bisa jadi penyelamat.
3/ Terjadi kerusakan pada rumah
Sebagai tempat berlindung, tentu sebisa mungkin rumah harus bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika ada kerusakan pada rumah, misalnya genteng bocor, pipa ledeng rusak, dsb, yang menyebabkan seisi keluarga tidak dapat hidup dengan nyaman, Anda dapat membongkar dana darurat untuk memperbaikinya.
Lantas berapa idealnya dana darurat saat pandemi? Melansir dari Kompas.com, Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozie mengatakan, besaran ideal dana darurat saat pandemi adalah setara dengan 12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini dikarenakan di masa pandemi, semua berubah menjadi 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Besarannya bisa berbeda karena pandemi COVID-19 membawa Anda pada masa yang tidak terduga dan tidak ada jaminan apakah penghasilan akan tetap sama seperti bulan-bulan sebelumnya.
Membuat rencana keuangan yang tahan krisis menjadi penting di masa seperti saat ini. Untuk mempersiapkan kembali dana darurat, Anda bisa menyisihkan setidaknya 5 persen dari penghasilan. Jika tidak bisa menyisihkan dana darurat dari penghasilan, Anda bisa mendata ulang barang-barang tidak esensial dan tidak terpakai yang ada di rumah lalu menjualnya kembali. (f)
Baca Juga:
4 Pelajaran Keuangan dari Pandemi untuk Anak-anak
12 Tip Berbelanja Aman Di Masa Pandemi COVID-19 yang Belum Berakhir
Investasi Aman 2021: Saatnya Beralih ke Surat Berharga Negara?
Topic
#danadarurat, #pandemi, #covid19


