Money
4 Pelajaran Keuangan dari Pandemi untuk Anak-anak

30 Jul 2021


Foto: Freepik
 

Pandemi COVID-19 dan krisis keuangan global yang terjadi membuka ruang dan kesempatan lebih dini untuk memperkenalkan anak-anak pada beberapa percakapan penting mengenai keuangan. Anak-anak sedikit banyak tentunya menyadari bahwa keadaan di luar sana tidak baik-baik saja. Selain mereka harus rajin memakai masker dan mencuci tangan untuk melindungi diri dari virus COVID-19, ada hal-hal lain yang mungkin tak lagi bisa mereka lakukan selama setahun terakhir. Mungkin juga kini ada kenyamanan yang harus dikompromikan karena Anda atau pasangan mengalami pemotongan gaji atau kehilangan pekerjaan. Dengan pemutusan hubungan kerja massal dan ditutupnya sebagian besar pusat perekonomian, anak-anak Anda kemungkinan besar mengamati apa yang sedang terjadi dan mencoba memahaminya.

Berikut empat (4) pelajaran mengenai keuangan dari dampak pandemi COVID-19 yang bisa Anda sampaikan kepada anak.

1/ Buat rencana untuk keadaan darurat
Satu hal yang telah diajarkan oleh pandemi ini adalah bahwa keadaan darurat dapat terjadi kapan saja. Banyak ahli keuangan yang merekomendasikan untuk menyisihkan biaya hidup selama tiga hingga enam bulan untuk dana darurat. Anda bisa mengajarkan kepada anak, bahwa untuk mempersiapkan dana darurat membutuhkan kedisiplinan. Hal ini dikarenakan kita lebih sering tergoda untuk menggunakan uang ketimbang menyisihkannya untuk keadaan darurat yang belum harus dihadapi di masa sekarang. 

2/ Hidup sederhana tidak apa-apa
Bahkan ketika Anda dan keluarga punya uang untuk dibelanjakan hari ini, pilihannya pun terbatas dan ujung-ujungnya Anda dan keluarga hanya membeli barang-barang kebutuhan pokok yang diperlukan saja untuk hidup cukup hari ini. Pandemi memaksa kita untuk lebih sering memasak di rumah daripada memesan makanan di luar, memperbaiki barang-barang yang rusak daripada menggantinya dengan yang baru, dan bahkan mayoritas belajar memotong dan mengecat rambut sendiri agar karena tak bisa pergi ke salon. Lakukan berbagai aktivitas tersebut bersama anak agar mereka juga bisa belajar bahwa uang tak selalu bisa membeli segalanya dan terkadang sesuatu yang dikerjakan sendiri lebih memuaskan hasilnya.

3/ Memisahkan antara kebutuhan dan keinginan
Saat pemasukan terbatas, tentu Anda akan melakukan strategi pembelian kebutuhan bulanan dengan banyak bertanya, "Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?". Coba praktekkan bertanya dan menjawab bersama anak-anak untuk melatih mereka memisahkan antara mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Namun tetap ingat, sesekali menikmati hidup dan mendengarkan keinginan juga tidak ada salahnya. Contohkan kepada anak untuk melakukan pengeluaran yang bijaksana, didasarkan pada apa yang Anda dan keluarga mampu setelah kebutuhan dan tabungan terpenuhi.

4/ Membantu orang lain yang membutuhkan
Jika Anda beruntung karena masih tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan bulanan selama pandemi, buka wawasan anak bahwa tak semuanya beruntung seperti keluarga Anda. Banyak program donasi online atau berbagi kebaikan selama pandemi yang bisa Anda ikuti bersama anak. Tak perlu besar jumlahnya, yang penting tingkatkan kepekaan anak sejak dini untuk membantu orang lain yang tidak seberuntung dirinya dengan apa yang ia miliki. (f) 


Baca Juga: 
5 Alasan Investasi Tanpa Cemas dengan Emas Mikro
Pahami Dulu 5 Hal Ini Sebelum Berinvestasi Online
Investasi Aman 2021: Saatnya Beralih ke Surat Berharga Negara?



Topic

#keuangan, #anak, #pandemi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?