Money
7 Tip Hemat Bensin Saat Mengendarai Mobil

2 Jul 2018


Foto: Dok. Suzuki
 
Jakarta macet? Jangan pusing mikirkan bagaimana membuat lalu lintas Jakarta bebas dari kemacetan. Serahkan saja beban pikiran itu pada Pemerintah Kota Jakarta. Tapi, Anda juga jangan diam saja dan pasrah menerima kenyataan kemacetan. Sebagai wanita atau ibu rumah tangga yang hidup di kota Jakarta, sepertinya lebih penting bagaimana caranya membuat pengeluaran bensin bisa lebih irit.

Selain anggaran kebutuhan pokok dan operasional rumah sehari-hari, biaya transportasi dan penggunaan bensin termasuk salah satu yang cukup besar dan perlu alokasi tersendiri.

Selain memilih menggunakan mobil yang hemat bahan bakar, cara mengendarai mobil juga mempengaruhi penggunaan jumlah bensin.  Jika ingin berhemat, praktikkan beberapa tip berikut:

1/ Pastikan mesin dalam kondisi prima. Kunci utama hemat bahan bakar ada pada mesin yang sehat. Untuk menjaga kesehatannya, selalu lakukan servis berkala sesuai buku manual.

2/ Jaga rasio putaran (RPM) mesin.  Salah satu cara yang bisa diakukan untuk menghemat bensin adalah dengan menjaga RPM pada angka di bawah 3000.

Ibarat pelari, memang ada tiga tipe mobil berdasarkan mesinnya, tipe sprinter, all runner, dan maraton. Saat ditemui pada acara Media Test Drive All New Ertiga di Bali beberapa waktu lalu, Harold Donnel, Head of 4W Brand Development and Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales, menyarankan untuk menjaga putaran roda pada angka 2000-3000 rpm untuk tipe mobil all runner. Secara sederhana, Anda diminta untuk tidak membuat mesin mengejan.

3/ Tidak mengerem dan akselerasi berlebihan.

Start
pelan, tidak perlu terburu-buru menginjak pedal gas saat mobil mulai melaju. Begitu pula saat mengerem, jangan ngerem jika tidak perlu mengerem. Perhatikan momentum kendaraan. Jika lampu rem mobil di depan menyala, mulai lepas pedal gas. Biarkan mobil melambat dengan sendirinya. Jika mobil di depan sudah dekat, saatnya injak rem.

4/ Cek tekanan angin pada ban.
Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan gesekan roda dengan jalan lebih besar, sehingga membuat konsumsi BMM lebih banyak. Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrik. Rekomendasi ini dapat dilihat pada buku manual dan atau tire placard (stiker yang biasanya terdapat pada sisi rangka pintu pengemudi).

5/ Matikan AC jika tidak diperlukan.
Kompresor AC juga membebani kerja mesin cukup besar, yang ujungnya mempengaruhi  konsumsi bensin. Atur suhu AC sesuai kebutuhan, naikkan temperaturnya jika suhu ruangan terlalu dingin. AC yang terlalu dingin, kompresor akan bekerja keras sehingga membebani mesin.

6/ Kurangi beban. Bobot kendaraan yang terlalu berat akan membebani kinerja mesin.  Jangan membawa barang dengan berat yang melebihi kapsitas. Lihat buku manual untuk mengecek kapasitasnya.

“Untuk masalah ini, Suzuki All New Ertiga sudah mengubah material dan desain chassis atau rangka kendaraan dengan material yang lebih ringan, yakni high strength steel,” jelas Harold. Ini berefek pada bobot All New Ertiga yang 50 kg lebih ringan dari mobil Ertiga terdahulu.

7/ Matikan mesin.
Para ibu yang menjemput anak pulang sekolah biasanya memiliki kebiasaan menunggu dalam mobil dalam keadaan mesin dan AC menyala.  Jika ingin irit bensin, ubah kebiasaan ini. Parkir mobil, matikan mesin, dan tunggu anak Anda di luar mobil. 

Mesin hidup dalam keadaan diam selama 3 menit mengonsumsi jumlah BBM yang sama dengan mengemudi sejauh 1 km pada kecepatan 50 km/jam.

Jika ingin lebih ekstrem, matikan kendaraan saat menunggu lampu merah, dan saat menunggu palang pintu kereta. Sebab, mematikan dan menyalakan mesin tidak akan merusak atau mengurangi kinerja mesin kendaraan. (f)
 
Baca juga:
7 Tip Safety Driving Untuk Wanita
Gaya Nyetir Wanita Versus Pria
Menyetir ‘Sehat’


Isyana Atiningmas


Topic

#otomotif, #hematbensin

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.