Trending Topic
7 Tip Safety Driving Untuk Wanita

5 Jul 2016


Foto: Fotosearch

Jalan raya ibarat sebuah medan perang. Bahaya bisa mengancam dan datang dari segala penjuru. Anda tidak pernah bisa menduga jika tiba-tiba motor menyalip mobil Anda, atau ada yang menyeberang saat jalanan tampak kosong. 
      
Dalam konsep safety driving, menurut Boy Falatehansyah, trainer dari Jakarta Defensive Driving Centre (JDDC), Anda wajib mengenal fungsi-fungsi dari fitur keamanan di mobil Anda. “Safety driving sifatnya lebih kepada manajemen risiko,” kata Boy. Safety driving wajib dipahami sebelum Anda memutuskan berkendara di jalan raya.
      
Hal-hal dasar yang termasuk safety driving antara lain pengaturan penginjakan pedal gas dan rem, pengaturan persneling, pengaturan kaca spion, penggunaan lampu, penggunaan sabuk pengaman, hingga pemahaman rambu-rambu lalu lintas.
       
“Ini adalah materi wajib yang diajarkan di tempat-tempat kursus mengemudi,” kata Boy. “Sayangnya, banyak pengemudi di Indonesia yang belajar dari keluarga atau teman bukan dari tempat kursus, sehingga materi tadi tidak didapatkan.”
     
“Saya belajar mengemudi mobil dari ayah saya sejak lulus SMP,” kata Dian. Ia mengaku, sampai sekarang tak pernah mendapatkan materi khusus aturan berkendara di jalan raya dan tidak benar-benar memahami tentang keselamatan berkendara.

Keinginan wanita untuk bisa mengemudi sangat beragam. Mulai dari hal sederhana seperti mengantar dan menjemput anak ke sekolah dalam jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah, ingin dianggap lebih modern, hingga untuk menaikkan gengsi mereka. Ada juga karena dorongan dari teman-temannya yang sudah lebih dulu bisa mengemudikan mobil.
        
Karena itu, menurut Boy, sering kali terjadi salah kaprah dalam penggunaan fitur-fitur keamanan dalam mengemudi.  Antara lain:
 
1/ Penggunaan sabuk pengaman.
"Posisi sabuk pengaman yang benar adalah ditempatkan di antara tulang belikat dan bahu sisi terluar Anda, bukan dekat dengan leher, kondisi sabuk juga harus rapih, rata, dan tidak terlipat," ujarnya. Dalam beberapa kasus kecelakaan korban sudah mengenakan sabuk pengaman, tapi ditemukan luka seperti bekas sayatan di leher. "Karena, saat terjadi benturan, sisi sabuk pengaman bisa berubah setajam pisau yang mampu menyayat leher Anda."Menurut Boy, banyak wanita yang malas mengenakan sabuk pengaman dengan alasan mempersempit gerak mereka dan merusak pakaian yang ia kenakan. “Sebaiknya Anda tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
 
2/ Pengaturan head restraint atau bantalan penopang kepala di kursi.
Fungsi bantalan ini bukan untuk mengistirahatkan kepala, tapi untuk menahan kepala dari kemungkinan risiko leher patah saat terjadi benturan. Banyak wanita yang tidak suka keberadaan bantalan ini saat duduk karena dianggap bisa merusak penampilan rambut mereka yang sudah ditata sebelumnya. “Tapi keselamatan Anda jelas lebih penting dari penampilan, bukan?” kata Boy. Atur tinggi head restraint minimal sejajar dengan telinga Anda. 

3/ Pengaturan kaca spion.
Blind spot adalah area yang tidak terlihat dari zona pandang kaca spion kita. Untuk meminimalkan blind spot, atur spion kanan dan kiri selebar mungkin sehingga kita hanya bisa melihat 10 persen bagian samping kendaraan kita. Dengan begitu, kita bisa melihat situasi di sekeliling mobil kita. "Blind spot merupakan salah satu penyebab kecelakaan tertinggi di dunia," jelasnya. 

4/ Mengoperasikan kemudi.
Posisi ideal kedua tangan saat mengemudi berada pada jarum jam 10 lewat 10. Tidak diperkenankan kedua tangan saling menyilang. Jadi, saat memutar kemudi kedua tangan bekerja saling mengoper. Selain lebih memudahkan untuk mengontrol kemudi, teknik ini juga menghindari kita dari cedera lebih fatal akibat kecelakaan karena dorongan air bag dari kemudi saat terjadi benturan. "Apalagi  wanita biasanya mengenakan gelang atau cincin. Jadi, bisa dipastikan wajah Anda akan terluka karena hantaman tangan Anda sendiri yang terdorong air bag dalam kecepatan tinggi," jelasnya.
 
5/ Penggunaan lampu hazard.
Fungsi lampu ini sebenarnya sebagai penanda keadaan darurat. Lampu ini hanya boleh dinyalakan saat mobil sudah dalam keadaan terparkir di pinggir jalan. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang malah menyalakan lampu hazard untuk keadaan lain yang seharusnya tidak perlu, misalnya saat jalan dalam keadaan hujan atau berjalan di lorong gelap. “Ini justru bisa membingungkan pengemudi di belakangnya karena mereka tidak bisa menebak ke mana mobil tersebut akan berbelok,” kata Boy. 

6/ Periksa tekanan ban secara tepat.
Biasanya panduan pengisian tekanan angin berada di sebelah kanan atau kiri bagian pintu depan. Jika tekanan kurang, ban akan cepat meledak dan lebih mudah terbalik. Jika tekanannya berlebih, mobil akan mudah selip. "Tekanan angin ban yang tepat bisa menghemat penggunaan bahan bakar hingga 3 persen," kata Boy. 

7/ Banjir.
“Saat melewati banjir sebaiknya tetap tenang dan jalankan mobil dengan perlahan,” kata Boy. Ini untuk menghindari air masuk melalui filter udara. Setelah melewati banjir, jangan langsung ngebut karena kondisi rem masih licin dan ini sangat berbahaya. Yang harus diingat, tambah  Boy, konsep safety driving hanya akan meminimalkan cedera akibat kecelakaan, tapi tidak mencegah terjadinya kecelakaan itu sendiri. "Karena itu, Anda juga harus memahami konsep defensive driving," ujarnya. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?