
Foto: Shutterstcok
Memilih camilan yang baik menjadi sangat penting. Sebab, jika tidak dilakukan akan timbul masalah kesehatan akibat pemilihan camilan yang tidak baik (tinggi kalori tapi minim nutrisi), salah satunya adalah obesitas.
Dari peneletian The Eating and Drinking Habits of Children at Kudus, Central Java yang hasilnya dipublikasikan pada Conference of Sustainable Innovation 2019 – Health Science and Nursing, diketahui bahwa 97,7% anak Indonesia mengonsumsi lebih banyak camilan kemasan dibandingkan buah dan sayuran.
Apakah ngemil makanan dalam kemasan itu tidak baik? Belum tentu. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memilih makanan kemasan. Yang paling sederhana adalah dengan mengecek jumlah kalori dan nutrisi yang tertera pada kemasan makanan.
Kalori yang berlebihan tanpa diimbangi nutrisi adalah hal yang harus dihindari. Lalu, berapa jumlah kalori yang dibutuhkan oleh anak-anak? Jumlah energi atau kalori yang dibutuhkan tiap anak berbeda, bergantung dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas anak. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013, jumlah kebutuhan kalori anak setiap hari seperti berikut:
Usia 0-6 bulan: 550 Kkal per hari
Usia 7-11 bulan: 725 Kkal per hari
Usia 1-3 tahun: 1125 Kkal per hari
Usia 4-6 tahun: 1600 Kkal per hari
Usia 7-9 tahun: 1850 Kkal per hari
Di atas usia 10 tahun, kebutuhan kalori anak mulai dibedakan menurut jenis kelaminnya.
Anak laki-laki
Usia 10-12 tahun: 2100 Kkal per hari
Usia 13-15 tahun: 2475 Kkal per hari
Usia 16-18 tahun: 2675 Kkal per hari
Anak perempuan
Usia 10-12 tahun: 2000 Kkal per hari
Usia 13-15 tahun: 2125 Kkal per hari
Usia 16-18 tahun: 2125 Kkal per hari
Lihat juga daftar komposisi. Ini untuk mengetahui bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk membuat makanan tersebut. Biasanya, bahan makanan diurutkan dari kandungan yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Yang banyak menjadi perhatian biasanya adalah kandungan gula dan garam yang terkadang berlebih.
Penting juga untuk mengecek angka kecukupan gizi (AKG). Angka ini menunjukan seberapa banyak nutrisi yang dapat terpenuhi dari mengonsumsi makanan tersebut.
Dijumpai saat pelucuran logo Cemilan Baik Untukmu oleh Paddle Pop, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), dokter spesialis anak di RS Brawijaya Antasari, mengatakan tak pernah ada kata terlambat dalam menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak. “Ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah seperti saat pandemi ini, ia cenderung mengkonsumsi lebih banyak cemilan karena rasa bosan beraktivitas seharian di rumah. Sebaliknya, hal ini dapat menjadi momentum emas bagi orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan baru, yakni memilih cemilan yang lebih baik,” ujar dr Atilla.
Es krim adalah camilan yang selalu menjadi favorit anak-anak. Melalui komitmen #CemilanBaikUntukmu, semua es krim Paddle Pop dibuat khusus sesuai standar nutrisi tinggi dengan kebaikan susu & buah, serta membatasi tidak lebih dari kalori 110kkal, 12 gram gula & 3 gram lemak jenuh. Standar ini telah mengikuti acuan dari dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI. (f)
Baca juga:
5 Buah Penjaga Imunitas Tubuh
8 Tanda Anda Terjebak Gaya Hidup Kurang Gerak
Imunitas Cenderung Menurun di Musim Hujan, Lakukan 5 Langkah Sehat Ini
Topic
#kesehatan, #diet


