Health & Diet
Vaksin COVID-19: Peneliti WHO Jelaskan Bagaimana Cara Kerja Vaksin dan Keamanannya

20 Dec 2020


Foto: Freepik


Presiden Joko Widodo dalam video konferensi pers yang ditayangkan di Youtube pekan ini mengumumkan tentang vaksin COVID-19 yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia secara gratis. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 ini. 

Tidak hanya presiden Joko Widodo yang menyatakan dirinya akan divaksin COVID-19, beberapa kepala negara di dunia juga menunjukkan komitmen yang serupa. Ini tentunya menjadi salah satu upaya para pemimpin negara untuk meyakinkan masyarakat tentang keamanan vaksin COVID-19 yang akan digunakan. 

Seperti kita ketahui, saat ini para peneliti di seluruh dunia tengan melakukan berbagai penelitian terhadap virus baru COVID-19 untuk menemukan vaksin yang dapat mencegah penyebaran virus ini, beerapa diantaranya sudah masuk dalam fase III dan sudah mulai digunakan oleh beberapa negara.

Namun berbagai pertanyaan tentang keamanan vaksin yang masih baru ini serta perbedaan diantara vaksin yang ada banyak bermunculan di masyarakat. Berikut penjelasan Dr Katherine O’Brien, tim peneliti dari WHO tentang bagaimana vaksin bekerja melindungi kita dari COVID-19, disarikan dari laman who.int. 

Tanya: Bagaimana vaksin bekerja dengan tubuh untuk melindungi kita?

Jawab Dr Katherine O’Brien:
 Vaksin adalah bagian dari virus yang dapat dikenali oleh tubuh kita dan membantu tubuh mengembangkan respons kekebalan sehingga saat tubuh menemukan virus yang sebenarnya, sudah terbentuk imun tubuh untuk melindungi kita dari infeksi. Untuk virus corona ini, kita tahu bahwa itu bagian dari luar virus corona Yaitu protein lonjakan (spike protein) yang dapat menginfeksi manusia, di mana jika tubuh memiliki ‘pejuang’ untuk melawan protein lonjakan ini, maka kita dapat menekan risiko terjangkit penyakit serius dari virus corona. Dan ‘pejuang’ yang saya bicarakan ini adalah antibodi yaitu bagian dari sistem kekebalan kita yang dapat menyerang bagian tertentu dari virus ini.

Tanya: Para pengembang vaksin COVID-19 di dunia saat ini menggunakan pendekatan yang berbeda-beda, ada dengan cara mRNA, dan pendekatan lainnya. Apa perbedaannya? 

Jawab Dr Katherine O’Brien:
 Jadi, semua penelitian vaksin pada akhirnya mencoba melakukan satu hal yaitu mereka mencoba memasukkan bagian dari virus itu, protein lonjakan yang baru saja saya bicarakan, ke dalam tubuh sehingga sistem kekebalan kita dapat mengembangkan antibodi terhadap protein lonjakan.

Dan ada dua kategori besar pendekatan untuk melakukan itu. Pendekatan pertama memasukkan protein lonjakan (protein spike) ke dalam vaksin. Pendekatan kedua adalah memberikan instruksi bagaimana membuat protein spike dan membiarkan tubuh memproduksi protein spike. 

Pendekatan pertama ini sama seperti cara kerja vaksin pada umumnya untuk banyak penyakit lain. Ada yang mengembangkan vaksin dengan memasukkan bagian virus dalam hal ini protein lonjakan. Dalam kasus lain, ada juga yang mengembangkan dengan versi virus yang sangat lemah atau bahkan mati namun masih memiliki protein lonjakan. Jadi, ada strategi berbeda dalam memberikan protein lonjakan. Dalam semua kasus, partikel yang diberikan sangat lemah sehingga tidak menyebabkan penyakit pada kita. Jadi, Anda tidak akan tertular penyakit dari vaksin yang diberikan meskipun itu adalah bagian kuman yang dilemahkan. 

Kategori kedua, memberikan instruksi kepada tubuh tentang cara membuat protein lonjakan adalah strategi baru yang sedang digunakan. Dan ini adalah strategi baru yang sangat penting karena kita dapat mengembangkan vaksin dengan sangat cepat, cara yang jauh lebih efisien untuk mengembangkan vaksin dengan menggunakan kemampuan tubuh sendiri untuk menghasilkan protein.

Tanya: Bagaimana dengan keamanan vaksin COVID-19? 

Jawab Dr Katherine O’Brien: 
Sistem kekebalan kita sangat kuat. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, sistem kekebalan kita melihat semua jenis virus yang datang ke kita lewat hidung, mulut, pencernaan, dan tangan. Melihat apa yang ada di luar sana dan mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang bisa menyebabkan penyakit. 

Apa yang dilakukan vaksin adalah memberikan sistem kekebalan sebagian kecil dari kuman yang kita tahu dapat menyebabkan penyakit. Dan itu melatih sistem kekebalan sehingga benar-benar siap ketika ia benar-benar melihat kuman itu. 

Vaksin yang kita miliki saat ini telah digunakan dalam ratusan miliar dosis selama beberapa dekade, dan bahkan selama berabad-abad untuk beberapa jenis vaksin. Vaksin-vaksin yang ada telah dipelajari, dievaluasi untuk keamanan dan untuk dampak yang ditimbulkannya. 

Dan, kita memiliki sistem keamanan untuk semua vaksin yang secara konstan melihat informasi tentang kinerja vaksin dan menangani masalah apa pun seputar keamanan yang mungkin muncul di masa mendatang. 

Jadi, saya pikir kita bisa sangat yakin bahwa kita memiliki sistem yang sangat kuat untuk melihat keamanan, memastikan keamanan, sebelum vaksin diizinkan untuk digunakan dan akan terus memantau keamanan bahkan setelah digunakan untuk penggunaan luas.

Meski vaksin telah ditemukan dan mulai didistribusikan pada masyarakat dunia, namun bukan berarti protokol kesehatan ditinggalkan. Karena kombinasi disiplin protokol kesehatan #3M dan vaksin akan melindungi kita dari infeksi virus COVID-19. (f)



Baca Juga: 
Presiden Joko Widodo Umumkan Vaksin COVID-19 Gratis
Mengenal 6 Vaksin COVID-19 yang Akan Dipakai Indonesia
Update COVID-19: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia


Faunda Liswijayanti


Topic

#3m, #ingatpesanibu, #vaksin, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?