Trending Topic
Mengenal 6 Vaksin COVID-19 yang Akan Dipakai Indonesia

9 Dec 2020


Foto: Daniel Schludi, Unsplash


Selain vaksin COVID-19 produksi Sinovac dari Cina yang baru saja tiba di Indonesia sebanyak 1,2 juta vaksin jadi, ada lima vaksin lainnya yang telah ditetap pemerintah Indonesia yang akan masuk dalam daftar jenis vaksin yang dipakai untuk program vaksinasi nasional. 

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19) yang ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12/2020). 

Keenam jenis vaksin yang ditetapkan tersebut diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca China, National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd. 

SK Kemenkes tersebut juga menegaskan penggunaan vaksin COVID-19 hanya bisa dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari BPOM. Disebutkan pula, Menkes dapat melakukan pengubahan jenis vaksin COVID-19 tersebut dengan rekomendasi dari Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional. Selain itu, Menkes juga dapat mengubah jenis vaksin dengan memperhatikan pertimbangan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Secara lengkap, berikut kandidat vaksin yang akan digunakan di Tanah Air, seperti dikutip dari kompas.com:

1/ Bio Farma 
PT Bio Farma (Persero) merupakan produsen vaksin virus corona dalam negeri. Ada dua jalur yang yang ditempuh pemerintah untuk pengadaan vaksin yang melibatkan perusahaan BUMN tersebut. Pertama, pemerintah melalui Bio Farma menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech. Kedua, mengadakan vaksin dalam negeri yang disebut vaksin Merah Putih. Vaksin tersebut merupakan kerja sama antara Bio Farma dan Lembaga Eijkman Institute. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (19/11/2020) yang disiarkan di kanal Youtube menyampaikan bahwa hingga saat ini vaksin Merah Putih sedang dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. 

“Bibit vaksin Merah putih diharapkan dapat diserahkan kepada PT Bio Farma pada tahun 2021. Selanjutnya, Bio Farma akan melakukan uji klinis tahap 1 sampai 3," tambahnya. Jika seluruh tahapan uji klinis berjalan dengan baik, maka izin edar vaksin Merah Putih diproyeksikan diperoleh pada akhir 2021 dan akan didistribusikan awal tahun 2022.


2/ AstraZeneca 
Pemerintah Indonesia bersama perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca secara resmi bekerja sama untuk penyediaan AZD1222, calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan tersebut bersama Oxford University.

Uji coba yang dilakukan AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan vaksin virus corona produksinya memiliki keefektifan rata-rata 70 persen. Mengutip BBC, data menunjukkan vaksin AstraZeneca menunjukkan respons imun yang kuat pada orang tua. Selain itu, vaksin AstraZeneca dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

Vaksin ini dibuat dari versi lemah virus flu biasa dari simpanse yang telah dimodifikasi agar tidak tumbuh pada manusia. Saat ini uji coba pada 20.000 sukarelawan masih terus berlanjut.


3/ Moderna 
Vaksin Moderna dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS. Vaksin ini telah menyelesaikan uji klinis tahap tiga dan diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen melawan virus COVID-19. Hanya saja, tingkat kemanjuran dari vaksin COVID-19 Moderna yang terbaru sedikit lebih rendah daripada analisis sementara yang dirilis pada 16 November 2020 lalu.

Moderna juga melaporkan vaksin tersebut memiliki tingkat keberhasilan hingga 100 persen dalam mencegah kasus-kasus parah. 

Meski begitu, Moderna meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan FDA untuk penggunaan darurat. Moderna mengajukan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 ke otoritas kesehatan Amerika Serikat dan Food and Drugs Administration (FDA) pada Senin, 30 November 2020.​ Sekaligus menjadikan Moderna sebagai perusahaan pengembang vaksin COVID-19 kedua yang kemungkinan akan disetujui sebagai penggunaan darurat di AS tahun ini.


4/ Sinopharm 
Vaksin Sinopharm merupakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Grup Farmasi Nasional China. Dikutip dari The Guardian, di China setidaknya sudah ada hampir satu juta orang yang disuntik menggunakan vaksin COVID-19 buatan Sinopharm, di bawah izin penggunaan darurat.

Vaksin ini masih dalam tahap pengujian yang belum sepenuhnya selesai. Sebelum vaksin Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang bepergian. 

Sinopharm mengklaim individu yang melakukan vaksin telah melakukan perjalanan ke lebih dari 150 negara dan saat ini belum ada kasus temuan infeksi. Vaksin Sinopharm masuk dalam jajaran lima dari vaksin China yang melakukan uji klinis di luar negeri.

Pada September, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini. Sinopharm telah melakukan uji klinis fase tiga di Uni Emirat Arab sejak akhir Juni 2020, tujuannya untuk mendapat persetujuan dari National Medical Products Administration untuk pemasaran pada Desember 2020. Uji coba melibatkan sekitar 15.000 peserta dan dua jenis vaksin.


5/ Pfizer and BioNTech 
Pfizer dan BioNTech telah mengajukan penggunaan darurat vaksin virus COVID-19 produksi kolaborasi perusahaan Amerika dan Jerman ini ke BPOM AS dan Eropa.

Kandidat vaksin Pfizer-BioNTech, dari hasil uji coba terakhir pada 18 November, diklaim 95 persen efektif pada virus COVID-19 dan tidak menimbulkan risiko masalah keamanan. Hasil penelitian tersebut dinilai sebagai hasil yang cukup menjanjikan sebagai upaya pencegahan virus COVID-19. Meski begitu, penelitian terhadap vaksin COVID-19 ini masih akan dilanjutkan.

Dilansir Reuters, Pfizer-BioNTech menyatakan vaksinnya akan dapat dipakai pada bulan Desember di Eropa. Penggunan itu akan mulai dilakukan setelah pengajuan persetujuan penggunaan darurat Uni Eropa di setujui oleh European Medicines Agency (EMA).

Target yang dibuat oleh Pfizer dan BioNtech ialah masuk dalam 10 kandidat vaksin yang masuk dalam pengujian tahap akhir di seluruh dunia. Dimana empat diantaranya merupakan studi besar yang dilakukan di Amerika Serikat.


6/ Sinovac 
Raksasa perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd. memberikan nama kadidat vaksin virus COVID-19 buatannya CoronaVac. Vaksin ini memakai versi non-infeksi dari virus corona untuk memicu respon imun. Pada 17 November, hasil uji coba awal Sinovac yang terbit di The Lancet disebutkan vaksin aman, tapi hanya menghasilkan respon imun yang moderat dengan tingkat antibodi tak lebih tinggi dari antibodi yang dihasilkan oleh pasien yang pulih dari COVID-19.

CoronaVac saat ini memasuki uji coba fase 3. Sinovac melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia dilakukan bekerjasama dengan PT Bio Farma. Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran Unpad, Eddy Fadlyana, seperti dikutip dari kompas.com mengungkapkan ada 1.620 relawan yang menjalani uji klinis sejak Agustus 2020. 

Eddy mengatakan, berdasarkan perkembangan uji klinis yang dilakukan di Indonesia, angka efektivitas atau keampuhan vaksin untuk memberi perlindungan terhadap infeksi virus corona, masih belum diketahui hingga saat ini. Hasil final diharapkan bisa diperoleh antara Mei hingga Juni 2021. 

Adapun Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. (f)


Baca Juga: 
Update COVID-19: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia
Update Covid-19: Persiapan Program Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
9 Tanya Jawab Seputar Vaksin COVID-19, untuk Anda Ketahui


Faunda Liswijayanti


Topic

#IngatPesanIbu, #3M, #corona, #covid19, #vaksin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?