
Dok. Unsplash
Calon ibu yang mengalami stres fisik atau mental selama kehamilan cenderung lebih sulit memiliki anak laki-laki dan lebih tinggi kemungkinan risiko kelahiran prematur. Klaim ini adalah hasil dari penelitian oleh Columbia University Irving Medical Center yang baru dirilis pada 15 Oktober 2019 lalu.
“Rahim adalah rumah pertama yang berpengaruh. Kami tahu bahwa pria lebih rentan dalam Rahim, dan mungkin tekanan pada wanita ini adalah sifat yang sudah berlangsung lama,” tutur Catherine Monk, direktur kesehatan mental wanit di New York – Presbyterian, Columbia University Irving Medical Center.
Umumnya, rata-rata ada 105 kelahiran anak laki-laki dari setiap 100 kelahiran anak perempuan. Namun dalam penelitian ini, wanita hamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan tanda-tanda stres fisik lainnya memiliki empat anak laki-laki untuk setiap sembilan anak perempuan, dengan rasio 4 : 9.
Sementara ibu yang mengalami stres psikologis memiliki dua anak laki-laki untuk setiap 3 anak perempuan (rasio 2:3). Responden yang terlibat dalam penelitian ini dinilai memiliki kondisi kehamilan yang sehat.
“Penelitian lain juga melihat pola penurunan kelahiran anak laki-laki berkolerasi dengan peristiwa bencana yang traumatis,” ujar Catherine yang mencontohkan seperti peristiwa pembunuhan Presiden AS, John F. Kennedy dan serangan teroris 11 September 2004 di New York.
Wanita hamil yang secara fisik tertekan juga lebih mungkin melahirkan prematur daripada ibu yang tidak stres. Namun, calon ibu yang tegang secara mental memiliki lebih banyak komplikasi kelahiran, seperti persalinan yang lebih lama, daripada ibu dengan stres fisik. (f)
BACA JUGA :
Ingin Lancar Menyusui ASI, Ini yang Perlu Anda Diskusikan dengan Konselor Laktasi
Tak Hanya Penting Bagi Bayi, Menyusui Juga Baik Untuk Ibu
Olahraga Lagi Setelah Melahirkan Seperti Sprinter Allyson Felix dan Serena Williams
Topic
#kehamilan


