Health & Diet
Mengenal Florona, Gabungan Antara COVID-19 dan Influenza

3 Jan 2022

Florona
Foto: Shutterstock
 

Belum reda COVID-19 akibat lonjakan kasus karena varian Omicron, di awal tahun 2022 muncul penyakit Florona. Kasus pertama penyakit florona terdeteksi di Israel pada Kamis (30/12/2021), yang merupakan gabungan dari COVID-19 dan influenza. Pasien pertama florona adalah ibu hamil yang dibawa ke Rabin Medical Centre untuk melahirkan, menurut laporan Hindustan Times. Pasien ini juga disebut tidak divaksinasi.

Sebagaimana dilansir Times of Israel, gejala flurona pada pasien pertama di Israel relatif ringan. Namun, penyakit ini menyebabkan sejumlah gejala yang berhubungan dengan pernapasan saluran atas.

"Penyakitnya adalah penyakit yang sama: virus dan menyebabkan kesulitan bernapas karena sama-sama menyerang saluran pernapasan bagian atas," kata Arnon Vizhnitser, Direktur Departemen Ginekologi Rumah Sakit Beilinson.

Saat ini, para ahli di Israel masih meneliti kombinasi dua penyakit ini untuk melihat apakah bisa menyebabkan penyakit yang parah atau tidak. Israel sendiri sudah mulai menyuntikan dosis keempat vaksin COVID-19 untuk warganya yang paling rentan, dan menjadi salah satu negara pertama yang melakukannya. Hal tersebut dilakukan di tengah peningkatan angka COVID-19 di Israel yang pada Kamis (30/12/2021) lalu sempat mencapai rekor 4.085 kasus baru akibat varian Omicron. 

Meski penyakit florona terbilang baru, virusnya sendiri sudah cukup dikenal yakni gabungan antara influenza dan virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut florona sebagai dua penyakit yang terjadi pada waktu bersamaan. 

Pada dasarnya, virus COVID-19 dan influenza menyebar dengan cara yang sama yaitu melalui tetesan pernapasan atau aerosol yang dikeluarkan saat seseorang berbicara, bersin atau batuk. Tetesan ini dapat mendarat di mulut dan hidung seseorang di dekatnya ataupun terhirup. Virus ini juga dapat menyebar jika seseorang menyentuh permukaan dengan salahs atu virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata. 

Menyikapi temuan florona, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban dalam cuitan di akun twitternya @ProfesorZubairi mengatakan bahwa florona bukan berasal dari virus baru. Kendati virusnya sudah cukup dikenal, namun itu berasal dari gabungan dua virus yang saat ini sudah menyebarluas. 

"Yang perlu diketahui dari Florona. Pertama, Bukan varian baru. Kedua, Infeksi ganda COVID-19 dan Influenza. Ketiga, terindikasi merusak sistem kekebalan tubuh. Sedang dipelajari lebih lanjut," terang Prof Zubairi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, adalah mungkin untuk terinfeksi kedua penyakit sekaligus dan memiliki gejala yang sama, termasuk batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala dan kelelahan. Meskipun gejalanya mungkin berbeda dari satu orang ke orang lain, keduanya bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.
 

Gejala dan Pencegahannya


Dikutip dari Antara, gejala dari florona bisa muncul selama 3-4 hari untuk flu, sedangkan untuk gejala COVID-19 baru muncul 2-14 hari. 

Beberapa indikasi terkena florona tidak jauh berbeda dengan seseorang menderita flu atau COVID-19 yaitu batuk, demam, hidung tersumbat, serta pilek. 

Situs kesehatan Mayoclinic.org menyebutkan serangan COVID-19 dan flu secara bersamaan dapat menyebabkan komplikasi serius, pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal organ, serangan jantung, radang jantung atau otak, stroke, bahkan kematian.

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi ganda ini menurut WHO adalah mendapatkan vaksinasi dengan kedua jenis vaksin, yaitu vaksin COVID-19 dan vaksin influenza

Selain itu, WHO juga menyarankan agar orang tetap disiplin protokol kesehatan seperti menjaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain, mengenakan masker yang pas, menghindari kerumunan dan ruang dengan ventilasi buruk, membuka jendela dan pintu untuk memudahkan udara keluar masuk, serta rajin mencuci tangan. (f) 


Baca Juga: 
Omicron Transmisi Lokal, Pemerintah Bersiap dengan Berbagai Skenario
Menkes Umumkan Pasien Pertama Varian Omicron di Indonesia
Ini Alasan Kenapa Vaksinasi Flu Sangat Dianjurkan Selama Pandemi COVID-19


Faunda Liswijayanti


Topic

#influenza, #florona, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?