
Dok: Pixabay
Tahukah Anda, flu yang sering dibicarakan masyarakat awam di Indonesia beda dengan flu yang membuat heboh dunia? Yang sering dibilang flu oleh awam adalah selesma, sementara influenza atau flu merupakan penyakit saluran napas akut yang mudah menular dan bisa menyebabkan komplikasi berupa radang paru, infeksi telinga, infeksi sinus, dan memperburuk kondisi medis seperti gagal jantung kongestif, asma atau diabetes.
Komplikasi influenza bahkan bisa menyebabkan kematian. Data WHO menyebutkan sekitar 500.000 kematian akibat influenza terjadi setiap tahun.Penularan virus sangat mudah terjadi melalui udara (aerosol) dan percikan ludah (droplet) kontak langsung dari seseorang yang sakit. Setiap orang (termasuk yang sehat) dapat terkena influenza. Terutama pada mereka yang tergolong kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, usia lebih dari 65 tahun, individu dengan penyakit kronik, dan ibu hamil.
Menurut Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, perwakilan dari Satgas Imunisasi Dewasa, komplikasi akibat influenza bisa muncul terutama pada orang usia lanjut dan orang yang memiliki penyakit kronik. “Orang tua menjadi lebih berisiko karena seiring usia, kekebalan tubuh terus menurun. Jadi ketika di lingkungannya terdapat seseorang yang menderita influenza, ia akan lebih mudah tertular,” jelasnya, di sela-sela acara konferensi pers “Ayo #StopFlu Kenali Tipe Vaksin Flu yang Sesuai”.
Secara umum, para peneliti mengenal dua jenis virus Influenza yaitu influenza A dan B. Keduanya menyebabkan infeksi pada manusia, dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian. Influenza A (H3N2) diketahui telah mewabah di Hongkong sejak pertengahan Mei hingga Juli 2017. National Focal Point IHR HongKong SAR (China) mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan kasus influenza. Virus dominan yang bersirkulasi adalah virus influenza A (H3N2). Sejak Mei hingga Juli 2017, dilaporkan telah terjadi 157 kematian akibat penyakit influenza.
Tidak hanya Asia, hingga bulan Agustus 2017, lebih dari 70.000 kasus influenza juga dilaporkan terjadi di Australia, termasuk rekor 30.000 kasus dalam bulan Juli. Kejadian ini bisa merupakan jumlah kasus terbesar di Australia menurut kepala Immunization Coalition.
Buletin yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran napas akut dari 2.500 pada 9 Juli menjadi 3.300 pada 16 Juli 2017. Lalu, pada Agustus 2017, kasusnya meningkat 10-20%.
Bagaimana dengan di Indonesia? Penelitian The East Jakarta Project (Oktober 2011- September 2012) melaporkan secara keseluruhan dari 3.200 penderita dengan gejala flu ditemukan 34% positif terinfeksi virus influenza, dan dari 1.700 penderita infeksi saluran napas yang dirawat inap ditemukan 15% positif terinfeksi virus Influenza.
Sayangnya, ketika vaksin flu menjadi vaksin wajib di banyak negara, di Indonesia justru vaksi ini belum umum dikenal. Tahun 2016 diperkirakan hanya ada sekitar 500.000 unit vaksin influenza yang diberikan, bandingkan dengan Korea Selatan yang berhasil mencapai cakupan vaksinasi influenza sebesar 41% populasi.
Menurut Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD, perwakilan dari Indonesia Influenza Foundation (IIF) yang juga menjadi pembicara di acara yang sama, saat ini vaksin Flu menjadi salah satu vaksin yang direkomendasikan untuk diberikan kepada setiap orang. Mulai dari anak-anak usia 6 bulan, hingga orang lanjut usia di atas 65 tahun. “Selayaknya vaksin ini diberikan setahun sekali, karena vaksin flu dapat memberikan perlindungan selama satu tahun,” jelas Prof. Cissy. (f)
Baca Juga:
Orang Dewasa Juga Perlu Mendapat Vaksin Difteri, Ini Alasannya
Peneliti Indonesia dan Australia Kembangkan Vaksin Rotavirus (RV3-BB) untuk Cegah Diare Pada Bayi dan Anak
Imunisasi Lengkap Itu, Wajib!
Faunda Liswijayanti
Topic
#imunisasi, #vaksindewasa, #vaksinflu


