Health & Diet
Ini Cara Mengukur Komposisi Tubuh untuk Kebutuhan Diet Anda

26 Oct 2017


Foto: Fotosearch

Mengukur komposisi tubuh lebih rumit dibanding sekadar menimbang berat badan di atas timbangan. Cara paling tepat untuk mengetahui apakah komposisi tubuh sudah ideal atau tidak adalah dengan memeriksa bentuk tubuh, indeks massa tubuh, dan pengukuran skinfold (lipatan kulit).
 
Bentuk tubuh diperiksa dengan cara mengukur lingkar perut (waist) menggunakan meteran, lalu mengukur keliling kedua pinggul (hip) di atas bokong. Ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul untuk memperoleh rasio waist-to-hip (WHR). Untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh, bagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.
 
Sementara,untuk mengukur ketebalan lipatan kulit, biasanya digunakan alat yang disebut skin caliper. Alat ini dijepitkan pada kulit di beberapa area tubuh seperti pada dada, perut (kira-kira 3 cm di samping pusar dan sekitar 1,25 cm di bawah pusar), paha depan, dan lengan atas bagian belakang.
 
Dari angka-angka yang diperoleh bisa diketahui apakah tubuh ideal atau tidak. Misalnya, indeks massa tubuh orang Asia dewasa yang ideal adalah 18,5 – 22,9 kg/m². Untuk pria, lingkar perut yang baik maksimal 90 cm, sedangkan wanita maksimal 80 cm.
 
Ada beberapa alat canggih untuk mengukur komposisi tubuh, salah satunya bioimpedance analysis (BIA), seperti yang kini digunakan di gym dan rumah sakit dengan beragam jenis dan bentuk, tergantung merek dan spesifikasinya.
 
Cara menggunakan BIA sangat mudah: cukup berdiri di atas alat yang menyerupai timbangan sambil memegang handle alat selama beberapa saat. Alat ini mengukur sinyal listrik pada tubuh, sehingga nilai massa otot, kadar lemak tubuh, kadar air tubuh, basal metabolic rate (BMR), bahkan massa tulang pun dapat diketahui.
 
“Angka-angka yang dihasilkan dari pengukuran dengan menggunakan BIA dan skin caliper adalah estimasi. Namun, akurasinya sangat baik, sehingga bisa digunakan sebagai acuan untuk kesehatan dan kebugaran,” ungkap Dinda Utami, Certified Fitness Trainer dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI).
 
Namun, pemeriksaan menggunakan alat tadi lebih berfungsi untuk mengukur lemak subkutan, sementara untuk mengetahui kadar lemak visceral hanya bisa dilakukan dengan USG atau lewat pemeriksaan darah di laboratorium.(f)

Baca juga:
 


Topic

#komposisitubuh

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?