Health & Diet
Buat Hidup Lebih Bahagia, Ini 5 Cara Mencintai Diri Sendiri

16 Aug 2021


Foto: Freepik


Di era yang penuh kompetisi ini, kita menjadi rentan untuk tertekan karena membandingkan diri dengan standar yang cukup tinggi. Ditambah lagi kondisi pandei, dimana banyak target yang harus disesuaikan dan ditata ulang. Kondisi ini dapat memicu timbulnya rasa tidak puas dan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Perasaan gagal, kecewa, terluka, dan tidak berharga bisa muncul kapan saja. 

Menurut Nurul Aini Ongkowidjoyo, M.Psi., Psikolog, konselor dari aplikasi konseling online Riliv hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pada masa seperti saat ini kemampuan untuk mencintai diri atau self love sangatlah penting. Karena dengan rasa cinta pada diri sendiri kita akan lebih sadar akan kondisi diri, dan menerima seluruh kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri” 

Penting bagi kita untuk memiliki boundaries atau batasan dengan cara mencintai diri sendiri dan mensyukuri diri. Selain itu, Nurul juga mengatakan kalau self-love memberikan banyak manfaat. 

“Dengan mencintai diri hidup lebih puas dan bahagia, emosi lebih stabil, memiliki relasi yang lebih baik dengan orang lain, lebih percaya diri, berkembang, dan produktif, mengurangi perasaan cemas, dan bisa membuat keputusan yang tepat,” ungkapnya. 

Untuk Anda yang ingin belajar mencintai diri se, berikut 5 tips self-love yang bisa Anda coba. 

1/ Kenali diri sendiri

Ingat pepatah tak kenal maka tak sayang? Sebelum mencintai diri, yuk kenali diri kita. Dengarkan keinginan yang ada pada diri. Apa yang membuat takut? apa yang membuat kita merasa cemas? Apa kelebihan dan kekurangan kita? Coba cari tahu apa kelebihan, kekurangan, apa yang Anda bisa, butuhkan, takutkan, hambatan, apa yang membuat Anda merasa kecewa, marah, terluka, dan berbagai pertanyaan lain seputar diri Anda. 

2/ Membandingkan diri dengan bijak

Setiap manusia dilahirkan dengan keistimewaan maupun keunikan masing-masing. Setiap orang memiliki langkah dan kecepatannya sendiri. Pahami bahwa setiap orang memiliki start poin yang berbeda. Ada orang yang memiliki privilege untuk memulai dari 100, ada orang yang memiliki privilege untuk memulai dari 0, dan ada yang memiliki privilege untuk memulai dari angka minus. Sejauh apa kita berlari, dari start point kita, itulah pencapaian kita. Kita semua berada di pertandingan yang berbeda-beda. Sesekali kita perlu menyadari dan melihat hasil usaha kita. Sejauh apa kita berada dari kondisi awal kita.

3/ Menerima dan memaafkan diri

Jika Anda bisa memaafkan kesalahan orang lain, maka seharusnya Anda juga bisa memaafkan diri sendiri. Manusia pasti pernah berbuat salah dan tidak ada yang sempurna. Pun tidak sempurna, Ingatlah bahwa kebermaknaan manusia bisa melalui banyak hal. Bisa jadi sifat memberi, bisa jadi mengasihi, bisa jadi prestasi maupun hal-hal lain. Manusia adalah individu yang progressive. Dirinya di hari ini, bisa jadi berbeda di masa yang akan datang. Kebajikan hari ini, adalah hasil belajar di masa lalu.

4/ Mengambil jeda dan memilih tempat untuk saling menguatkan

Adakalanya situasi dirasa sangat memberatkan dan menuntut. Kita bisa memilih untuk mengambil jeda atau keluar dari lingkungan tersebut. Kita juga bisa memilih untuk berada di dalam lingkungan yang saling mensyukuri progress yang ada pada diri masing-masing, merayakan keberhasilan maupun saling menguatkan dalam kondisi yang tidak ideal.

5/ Apresiasi pada diri sendiri

Memberi hadiah tidak hanya bisa dilakukan pada orang lain, namun juga diri sendiri. Memberikan apresiasi diri merupakan langkah awal untuk mencintai diri sendiri. Ingatlah, bahwa kita berhak mendapatkan apresiasi atas berbagai usaha, kerja keras, dan kesulitan hidup yang telah dialami. Pelajari apa yang kita sukai dan berikan hadiah pada diri kita. Misalnya memberikan coklat, bunga, makanan enak, hadiah wisata pada diri sangat boleh untuk dilakukan. (f)


Baca juga: 
Pernah Dibully Karena Rambut Keriting, Kini Putri Marino Makin Cinta Diri Sendiri
Cintai Diri Sendiri Mulai dari Pilihan Kosmetik Anda
5 Tip Merawat Kesehatan Mental di Tengah Pandemi


Faunda Liswijayanti


Topic

#kesehatanmental, #selflove

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?