Health & Diet
Bosan Coba-coba Aneka Diet? Temukan Yang Tepat Dengan Cek DNA

12 Jun 2019

Foto: Freepik

Mengaku saja. Setelah sebulan berpuasa, tak sedikit yang  berharap ada sedikit perubahan berat atau lingkar badan. Memang ada yang mengalaminya, tapi tak lama berat lama sudah kembali. Tak perlu heran. Tidak makan siang selama sebulan mungkin tidak memberi perubahan apa-apa.

Karena menurut dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, Dipl. AAAM ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi gemuk, salah satunya adalah karena faktor genetik. Setiap manusia memiliki kode deoxyribonucleic acid atau DNA unik yang memengaruhi cara tubuh dalam mengolah makanan. 

Oleh sebab itu, klinik pengendalian berat badan dan kesehatan seperti LightHOUSE Indonesia kini melengkapi pelayanan dengan tes DNA sebagai salah satu cara untuk mengetahui secara pasti potensi bentuk tubuh seseorang.

Pengecekan DNA sendiri sangat penting untuk mengetahui pola diet dan tingkat keberhasilannya sesuai karakter tubuh. Fungsinya adalah untuk mengecek jika ada mutasi gen dalam tubuh seseorang yang dapat membuatnya cepat gemuk atau susah langsing.

Beda dengan uji DNA seperti di sinetron yang digunakan untuk mengetahui hubungan darah seseorang, uji DNA di sini digunakan agar pasien mendapatkan laporan tentang status obesitas dan penyakit penyerta, laporan medis general, kepribadian dan rekomendasi perilaku makan yang tepat, serta rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kepribadian dan genetik.

Dari laporan tersebut, dapat diketahui apakah seseorang lebih cocok melakukan diet rendah karbohidrat atau lemak atau protein. Kita juga bisa tahu bagaimana dan di mana tubuh cenderung melakukan penyimpanan dan penyerapan lemak. Bahkan dari sana bisa diketahui kecepatan metabolisme, sistem lapar-kenyang tubuh, serta kecenderungan untuk naik berat badan. Semua itu kemudian dapat menjadi acuan program diet dan hidup sehat sepanjang hidup.

Tenaga medis dan psikolog yang membantu pun dapat merancang program diet yang sangat individual, disesuaikan dengan identitas gen setiap pasien yang telah melakukan tes DNA. Dari segi biaya mungkin tidak terlalu murah, tapi program ini bisa menjadi lebih efektif karena kita bisa mengetahui secara pasti blue print tubuh.

Dokter Grace mengingatkan, DNA seseorang tidak bisa diubah. Tak perlu ngotot ingin mendapatkan bentuk tubuh dan iri karena orang orang lain bisa makan banyak nasi tapi tak mudah naik berat badannya, karena  kita harus ingat bahwa DNA tubuh setiap manusia berbeda. (f)

Baca Juga:

Pelajaran Tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Dari Kit Harington
Lebaran, Jangan Lupa Memaafkan Diri Sendiri
Pola Makan Lebih Sehat Dengan Memahami dan Menyayangi Tubuh


Topic

#diet, #kesehatan, #programdiet

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?