Food Trend
Ini Sejarahnya Garam dan Merica Berdampingan di Meja!

24 Aug 2017


Foto: Pixabay
 
Saat bersantap di restoran, kedua bumbu ini pasti ada di atas meja. Kadang sampai menimbulkan pertanyaan, bagaimana awalnya garam dan merica wajib ada di meja makan?
 
Dulunya, tidak semua orang bisa memperoleh garam. Bahkan sekitar abad 12, garam hampir disetarakan dengan emas di Afrika, hingga akhirnya mendorong negara di Eropa mengekspor garam.
 
Bahkan, para prajurit Roma dibayar dengan garam (sale – bahasa Italia). Ini juga yang menjadi kata serapan dalam bahasa Inggris, salary (gaji).
 
Merica (lada) pun memiliki sejarah yang panjang.
 
Kesulitan memperoleh bahan baku ini sampai menciptakan perebutan kekuasaan, menjadikan merica dikenal dengan sebutan black gold. Walaupun idiom tersebut akhirnya terkikis saat biji cabai mulai dikenal abad 17.
 
Masuk dalam kategori rempah yang berharga super mahal, berimbas tidak semua orang dapat memilik kedua barang ini. Benar-benar hanya sedikit lapisan masyarakat yang bersedia menyisihkan pendapatannya demi menghidupkan cita rasa makanan mereka.
 
Ini terjadi sampai akhirnya Raja Louis XIV punya pandangan tersendiri terhadap makanan, berhubungan dengan garam dan merica.
 
Sang raja rupanya sangat menyukai rasa asli bahan makanan dalam sajiannya dan menganggap tindakan memberi bumbu secara berlebihan adalah sesuatu yang kurang pantas.
 
Ia beralasan bahwa merica dan garam tidak akan merubah cita rasa dasar suatu olahan secara ekstrem.
 
Ia bahkan mengeluarkan larangan penggunaan bumbu selain garam, merica, dan peterseli di dapur kerajaan. Hal ini dilakukan serentak oleh koki kerajaan.
 
Maka akhirnya, garam dan merica yang hadir berdampingan di acara santap kerajaan, diadaptasi hingga sekarang. (f)

Baca juga :

Es Doger hingga Misro, Nama 10 Jajanan Ini Rupanya Singkatan!
10 Ide Mengolah Daging Kambing untuk Idul Adha
Redam Stres dengan Jahe

 

Dwi Ayu Novaria Nainggolan


Topic

#sejarahmakanan, #garam, #merica, #infokuliner