
Foto: Shutterstock
Orang yang baru saja terjun ke dunia masak-memasak atau kuliner biasanya menganggap pati dan tepung sama saja. Sebab, umumnya orang Indonesia juga menyebut pati dengan kata ‘tepung’. Ditambah lagi karena pati dan tepung memiliki penampilan yang serupa. Lantas, apa beda pati dan tepung?
Walau sama-sama berpenampilan layaknya bubuk atau tepung, pati dan tepung memiliki perbedaan dalam proses pembuatannya. Jika melihatnya dari sisi ini, keduanya baru terlihat sangat berbeda.
Walau sama-sama berpenampilan layaknya bubuk atau tepung, pati dan tepung memiliki perbedaan dalam proses pembuatannya. Jika melihatnya dari sisi ini, keduanya baru terlihat sangat berbeda.
Tepung
Tepung didapat dari proses menghaluskan atau menggiling langsung bahan yang akan dibuat tepung. Misalnya, beras, gandum, kedelai, singkong dan sebagainya.
Sebelum menghaluskan bahan baku yang digunakan menjadi tepung, biasanya bahan baku dicuci atau dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian bahan baku dikeringkan hingga benar-benar kering.
Untuk lebih mudah membayangkannya, kita ambil contoh tepung beras ketan dan tepung singkong.
Sebelum dihaluskan, beras ketan disuci hingga bersih, lalu ditiriskan. Kemudian beras benar-benar dikeringkan, ada yang menjemurnya atau dimasukkan ke dalam mesin pengering. Setelah itu beras ketan dihaluskan menggunakan mesin penggiling.
Demikian juga dengan singkong. Sebelum dihaluskan, singkong dikupas dan dicuci bersih. Dipotong-potong, kemudian dikeringkan. Singkong yang dikeringkan ini oleh masyarakat Jawa dikenal dengan nama gaplek, sehingga banyak yang menyebut tepung singkong sebagai tepung gaplek. Setelah kering, singkong kemudian dihaluskan menjadi tepung.
Sebelum menghaluskan bahan baku yang digunakan menjadi tepung, biasanya bahan baku dicuci atau dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian bahan baku dikeringkan hingga benar-benar kering.
Untuk lebih mudah membayangkannya, kita ambil contoh tepung beras ketan dan tepung singkong.
Sebelum dihaluskan, beras ketan disuci hingga bersih, lalu ditiriskan. Kemudian beras benar-benar dikeringkan, ada yang menjemurnya atau dimasukkan ke dalam mesin pengering. Setelah itu beras ketan dihaluskan menggunakan mesin penggiling.
Demikian juga dengan singkong. Sebelum dihaluskan, singkong dikupas dan dicuci bersih. Dipotong-potong, kemudian dikeringkan. Singkong yang dikeringkan ini oleh masyarakat Jawa dikenal dengan nama gaplek, sehingga banyak yang menyebut tepung singkong sebagai tepung gaplek. Setelah kering, singkong kemudian dihaluskan menjadi tepung.
Pati
Proses membuat pati bisa dibilang lebih panjang daripada membuat tepung. Jika saat membuat tepung proses menghaluskan dilakukan di akhir, maka saat membuat pati, proses menghaluskan dilakukan di awal.
Untuk membuat pati singkong atau tapioka, singkong dikupas dan dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bersih, singkong dihaluskan. Singkong yang sudah dihaluskan ini kemudian dicampur dengan air, lalu diambil patinya. Caranya, dengan menyaring dan memerasnya seperti layaknya kita membuat santan. Air perasan ini kemudian diendapkan. Endapan ini yang dinamakan pati. Pati kemudian di keringkan hingga menjadi tepung.
Mengapa singkong perlu dijadikan pati? Sebab, tepung singkong tidak bisa larut dengan air. Banyak makanan tradisional yang menggunakan pati singkong atau tapioka, seperti bakso, cireng, siomay dan lainnya.
Sama juga seperti singkong, beras ketan juga bisa dibuat menjadi pati. Di Indonesia, pati beras ketan memang jarang ditemukan. Namun, pati beras ketan biasa digunakan orang Jepang untuk membuat daifuku, mochi manis khas Jepang. Pati beras ketan ini disebut shiratamako. Walau tepung dan pati beras ketan sama-sama bisa larut dengan air, tapi dikatakan adonan mocha yang dibuat menggunakan shiratamako bisa lebih halus dibandingkan tepung beras ketan.
Jadi, kini sudah jelas beda pati dan tepung. Saat membaca resep berbahasa Inggris, jangan tertukar, ya! Tepung disebut flour, sedangkan pati disebut starch. (f)
Untuk membuat pati singkong atau tapioka, singkong dikupas dan dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bersih, singkong dihaluskan. Singkong yang sudah dihaluskan ini kemudian dicampur dengan air, lalu diambil patinya. Caranya, dengan menyaring dan memerasnya seperti layaknya kita membuat santan. Air perasan ini kemudian diendapkan. Endapan ini yang dinamakan pati. Pati kemudian di keringkan hingga menjadi tepung.
Mengapa singkong perlu dijadikan pati? Sebab, tepung singkong tidak bisa larut dengan air. Banyak makanan tradisional yang menggunakan pati singkong atau tapioka, seperti bakso, cireng, siomay dan lainnya.
Sama juga seperti singkong, beras ketan juga bisa dibuat menjadi pati. Di Indonesia, pati beras ketan memang jarang ditemukan. Namun, pati beras ketan biasa digunakan orang Jepang untuk membuat daifuku, mochi manis khas Jepang. Pati beras ketan ini disebut shiratamako. Walau tepung dan pati beras ketan sama-sama bisa larut dengan air, tapi dikatakan adonan mocha yang dibuat menggunakan shiratamako bisa lebih halus dibandingkan tepung beras ketan.
Jadi, kini sudah jelas beda pati dan tepung. Saat membaca resep berbahasa Inggris, jangan tertukar, ya! Tepung disebut flour, sedangkan pati disebut starch. (f)
Baca juga:
10 Nasi Goreng Yang Bikin Penasaran
Apa Bedanya Mangga Harum Manis, Golek, Indramayu, dan Manalagi?
Ayo Makan Soto!
Topic
#tepung, #pati


