Food Review
Vedic Kitchen di Kuta Utara, Hadirkan Menu Vegetarian yang Mengadaptasi Pengetahuan Makanan India Kuno

12 Jan 2018

Foto: HC

Lokasi Restoran:
Alamat: Jl. Dukuh Indah No.606, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Bali.
Telp: 0857 80673584.
Jam buka: 08.00 - 17.00 WIB (Selasa tutup).
Harga*): Rp10.000 – Rp70.000*.
Suasana: Minimalis dan ada area outdoor untuk bersantap.

Tentang Chef:
Yuli Tan dan Nilesh R Tiwari memulai usahanya di Jakarta Ashtanga Yoga Shala. Baru tahun ini mereka hijrah ke Bali, untuk membuka studio yoga dan rumah makan vegetarian. Gaya masak India Utara dipelajari Nilesh dari ibunya sejak usia dini. Sedangkan Yuli, pernah menimba ilmu di India dari Sandhya Vasudeva, praktisi yoga di India yang menyajikan sajian dengan paham serupa.

Rekomendasi Editor:
Coba ini saat berkunjung pertama kali ke sini:
- Masala Dosa (Indian Crepe)
- Daily Thali (Indian Style Meal)
- Bisi Bele Bath (Hot Lentil Rice)
- Masala Chai (Indian Spice Tea)
- Nimbu Pani (Punjab Lemonade)
 

Lamb biryani, tandoori chicken, beef vindaloo, dan butter chicken merupakan sederet hidangan populer India. Racikan rempah dengan takaran tertentu menjadi kunci kelezatan hidangan berjenis kari tersebut.
Jika sajian di atas memiliki unsur hewani di dalamnya, pernahkah Anda mencicipi makanan India yang diolah sebagai santapan vegetarian?

Di daerah Kuta Utara, Bali, sebuah rumah yoga, Nataraja Bali Yoga Shala, bersanding apik dengan sebuah restoran sederhana, Vedic Kitchen. Mengambil nama dari bahasa Sanskerta kuno, vedic, secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘knowledge’ atau pengetahuan.

Vedic adalah era di zaman India kuno (1500 – 500 tahun sebelum Masehi) yang memiliki filosofi tersendiri dalam urusan bersantap. Di era tersebut bahan-bahan makanan diperoleh dari area sekitar dan diolah secara alami untuk kesehatan.

Pengetahuan tentang diet di era Vedic menjadi dasar konsep pengolahan makanan di sini. Tiap hari, Yuli Tan dan Nilesh R. Tiwari, kedua pemilik yang merupakan partner bisnis dan instruktur yoga, berkelana ke pasar mencari bahan segar.

Menu berganti tiap hari, sesuai ketersediaan. Beberapa bahan makanan juga diproduksi sendiri, seperti ghee, paneer, dan yoghurt. “Kami berusaha semampunya untuk menghindari bahan pabrikan yang biasanya mengandung pengawet,” ujar Nilesh.

Kedatangan femina disambut segelas Mango Lassi, dari mangga gincu ranum yang sedang musim saat itu. Tersaji segar dengan campuran homemade yogurt dan sentuhan kapulaga. Dua gaya samosa menemani, berisi kentang dan kacang polong yang dicocol tomato gujju dan tamarind chutney.

Berikutnya, Bhatura with Black Eyed Peas Chole. Bhatura adalah roti yang digoreng sesaat sebelum dihidangkan. Tekstur renyahya bertemu dengan rasa kecut chole berkat campuran tomat segar.

Setelah puas mencoba ini dan itu, Nilesh secara spontan mengajak femina ke dapur untuk berkenalan dengan sajian dessert masa kecilnya, Suji Ka Halwa. Ia membuat sendiri puding berbahan dasar tepung semolina, kismis, kacang mete, susu, dan ghee itu. Manisnya tidak sekuat umumnya dessert India. Ia mengurangi takaran gula untuk disesuaikan dengan lidah lokal.

Suasana Bali yang tenang dan taman kecil di area belakang menjadi kombinasi yang sempurna untuk menghargai bahan pangan segar yang diberikan alam untuk santapan sehari-hari. (f)

Baca juga:

Helen Christianti


Topic

#rekomendasirestoran, #vegetarian, #wisatakuliner, #Bali

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.