Foto: Pixabay
Bersamaan dengan mulai merebaknya virus korona, Covid-19, di Wuhan, Cina, sejak akhir tahun 2019 lalu, demam berdarah juga mulai mewabah di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara pada awal tahun 2020.
Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes RI mengungkapkan bahwa total kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di seluruh Indonesia adalah 17.820 kasus tersebar di 28 provinsi.
DBD dan COVID-19 sama-sama disebabkan virus. Bedanya, DBD dilewat perantara nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue, sedangkan COVID-19 tertular dari manusia ke manusia. DBD dan Covid-19 sampai saat ini belum ada obatnya. World Health Organization (WHO) telah mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 saat ini sedang diuji coba.
Menurut Siti, seperti halnya COVID-19, DBD juga belum ada obatnya. "Kita hanya menangani, bagaimana memperbaiki sistem sirkulasi darah karena keadaan syok. Ini terjadi akibat perdarahan, yang mana keluarnya darah pada sel pembuluh darah agar segera kembali normal. Sama juga kalau Covid-19, bagaimana pneumonia yang dialami pada pasien Covid-19 bisa diatasi," kata Siti.
Gejala awal seseorang yang terinfeksi demam berdarah dengue dan Covid-19 memang mirip, yaitu ditandai dengan naiknya suhu tubuh.
Kemiripan inilah yang mungkin saja membuat tenaga kesehatan salah mendiagnosis. Seperti cerita artis Andrea Dian lewat akun Instagram-nya yang mengaku positif terinfeksi Covid-19, namun sebelumnya didiagnosa DBD. "Awalnya aku demam tanggal 13 Maret dan langsung dibawa ke RS Swasta. Di sana aku didiagnosis demam berdarah dan langsung opname," tulis Andrea dalam unggahan di Instagram-nya pada Minggu (22/3).
Adrea menambahkan bahwa pada 15 Maret, ia mulai fit. Namun karena khawatir, ia diminta untuk cek thorax. Hasilnya bagus. Cek influenza, hasilnya negative. Tetap pada saat scan paru, ada flek di kanan dan kiri. Karena ada flek maka besoknya tanggal 16 Maret dilakukan cek swab untuk tes apakah terinfeksi virus Covid-19 atau tidak. Pada tanggal 18 Maret, ia mendapatkan kabar positif Covid-19.
Bila Anda mengalami demam tinggi dan pemeriksaan awal masih membuat Anda ragu, tak ada salahnya mencari second opinion. Perlu juga Anda mengetahui gejala DBD dan Covid-19 yang femina rangkum dari http://p2p.kemkes.go.id berikut ini.
Gejala demam berdarah dengue:
1/ Demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari
2/ Nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata
3/ Nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan
4/ Nyeri ulu hati pada kasus berat
5/ Perdarahan saluran cerna
6/ Masa inkubasi 3 sampai dengan 14 hari, tetapi pada umumnya 4 sampai dengan 7 hari.
Gejala awal virus korona (Covid-19):
1/ Demam >38 derajat celcius
2/ Batuk dan sesak napas
3/ Letih dan lesu
4/ Pada kasus berat, infeksi dapat menyebabkan pneumonia,
4/ Sindrom pernapasan akut
5/ Masa inkubasi 14 hari.
(f)
Baca Juga:
Beberapa Obat Untuk COVID-19 Diuji Coba, Salah Satunya Obat Antimalaria
Sistem Imun yang Baik Bantu Cegah Virus Corona. Ini 4 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Tes Cepat COVID-19 Sudah Dilakukan, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Topic
#corona


