Foto: shutterstockKabar tentang COVID-19 di Indonesia masih memicu kekhawatiran. Pasalnya, sejak kasus pertama diumumkan awal Maret, jumlahnya terus meningkat pesat. Hari Jumat (20/3/2020), juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan telah ada 369 kasus Covid-19 di Indonesia, 60 kasus lebih banyak sejak pengumuman kemarin.
Sebanyak 32 pasien meninggal dunia, sementara 17 pasien dinyatakan sembuh. Sebaran pasien COVID-19 ada di 17 provinsi, terbanyak di DKI Jakarta.
Untunglah ada secercah harapan. WHO mengumumkan vaksin COVID-19 saat ini sedang diuji coba, serta akan segera melakukan pengujian klinis terhadap empat obat yang berpotensi menyembuhkan virus corona. Kempat obat yang akan diuji tersebut adalah remdesivir obat antivirus, kombinasi Lopinavir dan ritonavir obat untuk HIV yang memiliki nama kaletra, kombinasi lopinavir bersama ritonavir dan interferon beta yang dulu digunakan untuk MERS, serta obat antimalaria klorokuin.
Sepuluh negara telah mengonfirmasi untuk ikut dalam pengujian klinis yang disebut solidarity trial, yaitu Argentina, Bahrain, Kanada, Perancis, Iran, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Thailand. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yakin banyak negara lain akan bersedia untuk berpartisipasi.
Sebelum ini berbagai negara telah menguji obat-obat untuk COVID-19, seperti kaletra, actemra diuji di Inggris, remdesivir di Amerika Serikat, kaletra diuji di Tiongkok, serta klorokuin di Prancis, Tiongkok, dan Korea Selatan. Namun Tedros menyebutkan, kini pengujiannya akan dilakukan lebih luas dan menggunakan metode yang sama, sehingga dapat mempercepat penemuan obat yang tepat.
Sementara itu Presiden Joko Widodo lewat siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020), menyebutkan pemerintah sudah menyiapkan avigan dan klorokuin.
Avigan atau obat influenza produksi Fujifilm Jepang belakangan santer dibicarakan. Obat ini disebut digunakan di Tiongkok dan dapat mengurangi tingkat keparahan COVID-19 secara cepat. Avigan adalah obat influenza yang hanya diproduksi dalam kondisi khusus seperti saat terjadi wabah influenza. Ia tergolong obat keras yang tidak dijual bebas.
Menurut Presiden, sebanyak 5.000 butir Avigan telah didatangkan. Pemerintah juga tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara itu, obat klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir.
"Obat ini sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara, dan memberikan kesembuhan," ujar Presiden. Obat tersebut akan sampai ke pasien melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, serta melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan terinfeksi.
Selain itu Presiden Joko Widodo meminta BUMN farmasi yang memproduksi obat ini (klorokuin) untuk memperbanyak produksinya. (f)
Baca Juga:
Tangkal Hoax, Ini Jawaban 10 Pertanyaan tentang COVID-19 untuk Anda Ketahui!
Amankah Ibuprofen Untuk Turunkan Demam, Salah Satu Gejala COVID-19?
Topic
#corona, #covid19


