Family
Pria Juga Ingin Berperan Mengasuh Anak

1 Feb 2019


Foto: Dok. Pexels
 
Survei femina bertema relationship yang dilakukan pada akhir tahun 2018 menemukan beberapa fakta menarik tentang hubungan wanita dan pria masa kini. Salah satunya, meski kesempatan untuk berkarier sudah setara, namun pembagian peran dalam rumah tetap menjadi tantangan besar.
 
Ketika suami istri sama-sama berkarier di luar rumah. Maka, konsekuensi dari kondisi ini adalah bagaimana pembagian peran di dalam rumah. Menurut Pingkan C.B Rumondor, M.PSI, psikolog dari Universitas Bana Nusantara, dikutip dari artikel femina berjudul Readers Survey 2018/19: Cinta Kita (Masih) Bukan Melulu Tentang Kita, dalam kondisi ini, idealnya baik suami maupun istri memiliki beban yang sama besar. Karena jika semua urusan rumah diberikan hanya kepada istri hingga bebannya bertambah besar, yang mungkin terjadi justru munculnya konflik.
 
Inilah yang disebut Pingkan dengan istilah work family conflict, di mana konflik timbul karena dari segi waktu terasa sangat kurang, yang membuat makin tinggi konflik antara tuntutan pekerjaan rumah dan tugas-tugas kantor. Saran Pingkan, pasangan zaman sekarang harus berpikir strategis. Tidak ada superman ataupun superwomen, karena itu pasangan harus berkolaborasi.
 
Dalam survei femina yang diikuti oleh 250 responden di Indonesia secara online mengenai Konsep Tentang Pernikahan, 100% responden mengatakan bahwa suami dan istri bertanggung jawab bersama untuk pendidikan dan pengasuhan anak. Selain itu, 65% responden bahkan mengatakan sah-sah saja jika suami menjadi full time dad (istri menjadi bread winner).  
 
Bukan hal tabu jika ayah terlibat lebih banyak di dalam menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengasuh anak. Menurut Irwan Rinaldi, praktisi Fathering Indonesia, fathering adalah bagaimana seorang ayah bisa berbagi waktunya, baik secara kualitas maupun kuantitas, kepada anak-anak mereka. Tak perlu ragu untuk membagi peran kepada pasangan, karena bagaimana pun ada banyak hal yang dilakukan seorang ibu. Berikut caranya:
 
1/ Mundurlah sejenak dari kehidupan anak-anak, biarkan pasangan mengambi alih. Misalnya mengajak bertualang ke gunung atau laut, atau bepergian ke luar kota.
 
2/ Berikan kepercayaan kepada anak dengan memberikan peran seperti membawa ransel kecil berisi makanan ringan. Di sisi lain, ia belajar bertanggung jawab sekaligus belajar sebagai bagian dari tim yang solid.
 
3/ Entah mengapa, banyak pria ternyata lebih piawai memasak. Biarkan suami sesekali memasak dan anak-anak membantunya di dapur. 

Saatnya Anda mendorong suami untuk berbagi peran pengasuhan anak di rumah. (f)

Baca Juga: 

Yang Harus diajarkan Orang Tua ke Anak di Era Digital
Tiga Gaya Orang Tua Milenial Membesarkan Anak
Foto Ayah Menggendong Anak Sedang Viral di Internet. Ternyata Ini Penyebabnya



 

Faunda Liswijayanti


Topic

#family, #pasangan