
Foto: Shutterstock
Pola pengasuhan pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah hubungan suami istri di masa lampau, bahkan ketika di masa kecil. Misalnya saja, seseorang yang menerapkan pola dengan kekerasan, baik itu verbal maupun non verbal bisa terjadi karena orang tua memiliki trauma yang sama di masa kecilnya.
Menurut Dr. Adriana Soekandar Ginanjar, M.Sc., Psikolog dan Konselor Pernikahan dalam webinar bersama Tentang Anak, menjelaskan, terdapat beberapa jenis trauma yang dialami oleh manusia. Trauma-trauma ini harus dikenali lebih awal agar kedepannya orang tua dapat memproses trauma menjadi bentuk emosi yang baik. Hal ini perlu dilakukan agar orang tua memiliki pola asuh yang lebih baik untuk anak-anaknya.
Lebih lanjut Adriana menjelaskan ada tiga jenis trauma yang perlu dikenali yaitu:
1/ Trauma akut: terjadi satu kali tetapi secara intens. Seperti adanya perceraian, bencana alam, pelecehan seksual, yang terjadi di masa lampau atau masa kecil.
2/ Trauma kronis: terjadi berulang kali dalam jangka waktu yang panjang seperti mendapatkan kekerasan dari orang tua atau orang sekitar, bullying, melihat kekerasan dan konflik orang tua.
3/ Trauma kompleks: kejadian yang beragam terdiri dari kejadian traumatis yang berbeda-beda.
Jika tidak diperbaiki, trauma di masa lampau ini dapat terus menghantui kehidupan sehari-hari seseorang sebagai orang tua bahkan dapat berdampak pada pola asuh ke anaknya.. Tentu sebagai orang tua kita tidak menginginkan hal yang sama atau hal yang buruk terjadi turun temurun ke anak kita.
Dalam kesempatan yang sama, founder Tentang Anak yang juga dokter spesialis anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengingakan kembali para orang tua untuk dapat mengenali dirinya sendiri dan pasangan terlebih dahulu sebelum membantu kebutuhan anak. Tidak ada salahnya juga untuk berkonsultasi dengan ahlinya agar bisa mendapatkan masukan untuk setiap permasalahan yang ditemukan.
Adriana juga menegaskan tentang pentingnya orang tua mengenali beberapa faktor yang juga dapat melatarbelakangi seorang anak rentan terkena trauma dalam kehidupan. Seperti sifat anak yang terlalu tertutup, orang tua yang tidak memahami anak, dan orang tua yang seringkali merasa paling tahu atau paling benar”.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua agar dapat menghindari anak memiliki trauma dari rumah tangga:
1/ Mengenal anak lebih baik, terbuka dengan anak agar anak juga dapat berkomunikasi dengan orang tua.
2/ Hormati anak dari kecil dengan menghargai keputusan anak atau tidak menuntut anak terlalu sering.
3/ Ajarkan anak bersuara dan berpendapat di setiap kondisi, dapat dimulai dari hal-hal kecil yang ditemukan di keseharian.
4/ Orang tua sebagai detektif, dalam artian terus mencari tahu apa yang anak butuhkan.
5/ Mindful parenting : orang tua untuk mencerna dan mempelajari emosinya agar dapat membuahkan perilaku yang baik juga kepada keluarga. (f)
Baca Juga:
Tumbuhkan Rasa Peduli dan Empati Anak Lewat 4 Cara Ini
Gaya Parenting Ankatama Ruyatna & Esha Mahendra dalam Mengasuh Putranya, Kion Kelana
Jadi Orang Tua Perfeksionis, Apa Dampaknya pada Anak?
Faunda Liswijayanti
Topic
#polaasuh, #keluarga, #rumahtangga




