
Foto: Freepik
Pada dasarnya setiap anak memang senang bertanya, apalagi di masa balita. Karena ingin tahu semua hal yang terjadi di sekitarnya, sedikit-sedikit bertanya: apa atau kenapa begitu. Terkadang, kalau orang tua sedang fokus mengerjakan suatu hal, pertanyaan yang datang bertubi-tubi ini terdengar menjengkelkan. Padahal, rasa penasaran alias kepo ini bisa mendorong anak jadi pemikir yang hebat, lho! Karena itu, jangan hentikan kebiasaannya bertanya. Makin banyak pertanyaan yang diajukan, makin bagus. Itu berarti ia punya keingintahuan yang tinggi.
Ada beragam cara untuk memancing rasa ingin tahu anak. Ini 6 di antaranya:
1. Eksplorasi alam
Trekking, kemping, atau sekadar jalan-jalan di taman merupakan kegiatan seru yang membangkitkan rasa penasaran. Bisa jadi ia sudah mengetahui jawabannya dari buku, dan di alam terbuka ia membuktikan sendiri. Misalnya, apakah burung tidak kedinginan kalau tidur di luar, apakah burung tidak sakit perut kalau makan cacing, atau kenapa air di sungai mengalir.
2. Ajak ke museum iptek
Berbeda dari museum yang menampilkan benda-benda bersejarah yang tak boleh disentuh, museum iptek biasanya justru mendorong pengunjung untuk memegang alat dan menjajalnya. Biarkan dia mencoba sampai puas dan menemukan keseruan sendiri, sebelum beralih ke alat peraga lain.
3. Biarkan anak ikut-ikutan
Secara alami anak senang saja ikut-ikutan kegiatan orang tua atau kakaknya. Ketika anak ikut pegang tanah saat Anda sedang memindahkan bibit tanaman tomat, misalnya, tanyakan, “Kalau tanaman itu makhluk hidup bukan?” Jika ia memberi jawaban yang salah, arahkan jawabannya dengan pertanyaan lain. Contohnya, “Kalau pohon, dari yang kecil begini, bisa jadi besar nggak?” Pancing jawabannya dengan pertanyaan lain.
4. Beri reward berupa pengalaman
Sering kali orang tua memberi reward kepada anak berupa makanan atau tambahan waktu bermain gadget. Bagaimana jika kali ini memberi reward berupa pengalaman? Karena, pengalaman akan selalu diingat anak. Misalnya, anak boleh ikut bikin donat. Dia bisa melihat dan mengalami sendiri bagaimana adonan donat bisa mengembang dengan adanya ragi.
5. Pergi ke tempat baru
Tak perlu pergi jauh-jauh ke luar kota atau luar negeri, pergi ke kebun binatang atau nursery dekat rumah juga tak masalah. Selain berkenalan dengan banyak hewan yang tidak dijumpai sehari-hari, seperti anjing dan kucing, anak juga bisa merasakan pengalaman memandikan binatang atau memberi makan binatang. Anda perlu siap dengan jawaban, jika ia bertanya kenapa kelinci melompat dan tidak berjalan saja seperti kucing, atau kenapa ayam tidak bisa terbang padahal punya sayap, atau kenapa badan zebra bermotif hitam-putih.
6. Suguhkan makanan tak biasa
Makanan untuk anak biasanya tipikal, tidak jauh-jauh dari menu ayam goreng dan sup. Rasanya standar dan ‘aman’. Lebih seringlah menyuguhkan makanan yang Anda santap, misalnya rendang atau nasi kebuli, agar lidahnya mendapatkan petualangan rasa yang berbeda. Dengan begitu, ia tahu kenapa cabai memberi sensasi pedas, kenapa ada bumbu warnanya kuning, dan sebagainya. (f)
Baca Juga:
Kata Ahli: Ritual dan Rutinitas Bikin Anak Percaya Diri. Mari Buktikan!
Minum Susu Saat Sarapan, Ini Manfaatnya untuk Anak
Mati Gaya Liburan #DiRumahAja? Ajak Anak Gemar Membaca
Topic
#kepo, #rasapenasaran, #curiosity




