Career
Yuk, Intip Gaji Karier di Industri Teknologi Informasi

31 Aug 2017


Foto: Dok. University of Technology Sydney

Menurut laporan terbaru McKinsey, walau kualitas internet seperti kecepatan dan bandwidth tergolong rendah, Indonesia memiliki akses internet terjangkau dibandingkan negara-negara lain di dunia, termasuk India. Masyarakat Indonesia pun menjadi negara dengan salah satu pengguna internet terbanyak di dunia.
 
Hal ini menandakan bahwa Indonesia menjadi ladang yang subur untuk industri teknologi informasi (TI) untuk tumbuh. Tengok saja dengan makin banyaknya e-commerce dan perusahaan start-up yang tumbuh segar di dalam negeri. Pertumbuhan yang pesat ini menguntungkan ekonomi negara.
 
Bahkan masih menurut laporan dari sumber yang sama, diperkirakan penggunaan teknologi digital baru dapat menambah pemasukan negara lebih dari 150 miliar dolar AS (sekitar 10 persen dari produk domestik bruto negara ini) untuk ekonomi tahunan Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Hal ini melalui sektor publik dan pemerintah serta warga negara yang tertarik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
 
Walau penggunaan internet di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia, sayangnya minat masyarakat untuk berkarier di industri TI masih tergolong sangat rendah. Padahal, di masa depan, industri ini akan menjadi sangat besar, seiring dengan adanya urgensi untuk transformasi digital dalam perusahaan yang terus meningkat. Karena itu, kebutuhan akan profesional di bidang TI yang terampil akan semain bertambah pesat.
 
Seperti pernyataan akademisi TI senior Dr. Alan Sixsmith dari Universitas of Technology Sydney (UTS), “Dengan Indonesia sudah siap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, orang-orang dengan kemampuan TI dan interpersonal yang kuat akan sangat diminati. Dengan permintaan global untuk spesialis TI yang meningkat, mereka yang memiliki keterampilan mendalam dalam mengembangkan dan mengelola TI, akan tetap berada di barisan depan.”
 
Misal saja, beberapa profesi di industri TI yang nantinya banyak dibutuhkan adalah project manager, mobile developer and engineer, head of IT.  
 
Bahkan, menariknya, karier di industri TI adalah salah satu profesi dengan gaji yang besar. Berikut data gaji menurut TS Kelly Asia Pacific (2017):

1/  Java Developer sekitar Rp8 juta – Rp20 juta
2/ Security Consultant sekitar Rp10 juta – Rp20 juta
3/ IT Project Lead sekitar Rp15 juta – Rp35 juta
4/ IT Operations Manager sekitar Rp20 juta – Rp40 juta
5/ Head of Digital Marketing sekitar Rp25 juta – Rp55 juta
6/ E-Commerce Head of Operations sekitar Rp50 juta – Rp70 juta.
 
Dr. Alan pun berharap bahwa kelak akan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkarier di industri TI, karena memiliki peluang berkembang tanpa batas di masa depan.

“Mendapatkan modal manusia yang tepat untuk mewujudkan peluang di masa depan akan menjadi tantangan, karena banyak perusahaan dan start-up di Indonesia memerlukan keterampilan TI yang kuat. Namun para karyawan ini harus siap dengan soft-skill dan keterampilan sosial yang kuat untuk membangun tim yang efektif,” tambahnya.

Bersama dengan UTS, memberikan program beasiswa untuk mahasiswa Indonesia, Beasiswa Future Leaders Scholarship, sebesar 3.000 dolar Australia untuk biaya kuliah semester kedua di UTS: INSEARCH. Nantinya, para penerima beasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang TI dan mempersiapkan diri untuk masuk dalam karier global dengan mengikuti program berbasis praktik. (f)

Baca juga: Mencari Keseimbangan Karier bagi Wanita di Industri Teknologi, Mungkinkah?
Wondertech: Diremehkan oleh Kolega Pria, Harus Bagaimana?


Topic

#digitallife, #karier, #trenkarier

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?