Career
Merasa Tidak Produktif Bekerja? Mungkin Sikap Anda yang Ini Penyebab!

26 Aug 2019



Dok. Rawpixel



Meski kesannya sepele, ternyata perilaku dan kebiasaan rekan kerja yang mengganggu tidak hanya merusak kenyamanan bekerja, tapi juga dapat menghambat lancarnya pekerjaan. Tapi bisa jadi kita pun bersalah dan melakukannya. Sebagai bahan introspeksi, simak berbagai sikap mengganggu di kantor di bawah ini yang bisa membuat orang lain malas untuk datang kerja setiap pagi.
 
MEMBAWA 'AURA' NEGATIF
Banyak orang memutuskan bekerja untuk menyalurkan ide, passion, atau memberikan kontribusi sesuai dengan idealisme dan kemampuannya. Tapi, kenyataannya ada juga orang yang bekerja sekadar demi menerima gaji setiap bulan, namun tidak menikmati pekerjaan yang dilakukannya sama sekali.
 
Ketika seseorang berada di tempat yang sebetulnya tidak ia inginkan, otomatis ia akan memancarkan ‘aura’ yang tidak mengenakkan bagi sekitarnya. Belum tentu ia akan selalu menolak pekerjaan, namun biasanya ia akan melakukan pekerjaan dengan setengah-setengah, atau malah terlihat ogah-ogahan di depan rekan-rekannya.
 
Percaya atau tidak, aura dan attitude seperti ini begitu cepat menular. Orang lain yang tadinya masih memiliki motivasi tinggi untuk bekerja, bisa ikut malas-malasan, sehingga suasana kerja jadi tidak menyenangkan dan produktif.
 
MENGAKUI PEKERJAAN ORANG LAIN
Yang satu ini, sudah pasti bisa membuat geram siapapun yang menjadi korban. Sudah capek-capek kita mengerjakan sesuatu, mungkin tanpa bantuan orang lain, tiba-tiba saja seseorang datang dan mengklaim bahwa pekerjaan itu adalah hasil kerja kerasnya juga. Menyebalkan, bukan? Biasanya, si ‘pencuri’ ini akan mengambil satu atau dua hal yang ia berikan terhadap pekerjaan atau proyek tertentu, lalu membesarbesarkannya sehingga ia seolah-olah memiliki peran yang paling penting di sana.
 
MERASA PEKERJAANNYA PALING BERAT
Setelah seharian ‘tenggelam’ di kubikel, berkutat di depan komputer dengan aneka worksheet, rasanya sulit melihat bahwa orang lain pun menghadapi load pekerjaan yang sama besar atau malah lebih banyak dari kita.
 
Sesekali berkeluh kesah tentang banyaknya pekerjaan dengan rekan kerja tentu lumrah saja. Tapi, curhat, sambil mengurai satu per satu pekerjaan yang harus kita lakukan, disertai dengan komplain dan keluhan kepada teman atau keluarga di luar kantor saja, bisa terdengar membosankan. Apalagi kalau kita melakukannya kepada orang-orang di kantor yang ‘bernasib’ sama. Helo? Kan bukan cuma kamu yang pekerjaannya banyak.
 
PAHLAWAN KESIANGAN
Biasanya, butuh proses dan waktu yang yang cukup signifikan untuk merealisasikan
sebuah ide atau gagasan menjadi sebuah proyek nyata. Di sesi brainstorming seringkali ditemukan dua tipe orang. Pertama, mereka yang sangat kreatif dan vokal dalam menyuarakan idenya. Buat mereka, tidak masalah idenya diterima atau tidak, yang penting bersuara dulu. Kedua, yang mengesalkan adalah orang yang tidak pernah bersuara di awal proses penggodokan ide, namun datang dengan aneka masukan yang kelewat membangun di akhir proses. Sebetulnya, bisa jadi masukan tersebut ada benarnya. Namun, kalau sebelumnya ia tidak pernah angkat bicara, lalu tiba-tiba saja mengkritik ini-itu, rasanya gemas ingin bertanya, “Dari kemarin ke mana saja?”
 
GEMAR MENGELUH
Secara psikologis, mengeluh tentang pekerjaan sesekali, entah pada sesame rekan kerja atau pada keluarga, tidak ada salahnya karena bisa meringankan beban
di hati. Namun, terus menerus mengeluh bisa berdampak buruk terhadap ‘indeks’ kebahagiaan kita sehari-hari.
 
Hal ini bertambah gawat ketika keluhan itu terus menerus dirasakan dan terus-terusan dibicarakan namun tanpa ada solusi yang berarti. Berkali-kali komplain soal rekan kerja yang selalu telat, tapi tidak pernah menegur. Kesal karena diberi pekerjaan yang lebih banyak dari rekan lain, tapi tidak pernah bilang. Gemas dengan manajemen kantor yang buruk, tapi tidak berani resign. Mau sampai kapan? (f)



BACA JUGA :
Wacana PNS Kerja dari Rumah? Ini Cara Efektif dan Produktif untuk Work from Home
Motivasi Bekerja Menurun? Dekor Meja Kerja Jadi Penuh Warna untuk Suntikan Semangat
Merancang Rapat Supaya Tidak Buang-buang Waktu


Topic

#produktifkerja

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?