BizNews
Wings Wujudkan Kepedulian Terhadap Pendidikan Dengan Turut Membangun Gedung PAUD di Sumba Timur

29 Jan 2019


Foto-foto: Des

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 lalu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur termasuk dalam golongan daerah tertinggal dalam hal pendidikan. Harapan lama sekolah anak-anak hanya mencapai 12,79 (12 tahun) dan rata-rata lama sekolah 6,63 (6 tahun).
 
Yusuf Waluwanja, Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur mengungkapkan bahwa rendahnya persentase lama sekolah anak-anak di Sumba Timur disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah jauhnya jarak sekolah dari rumah-rumah warga. Sehingga banyak orang tua yang enggan menyekolahkan anak-anak mereka.
 
“Sangat jarang kawasan padat penduduk di wilayah Sumba Timur. Rumah satu warga dengan warga lainnya sangat berjauhan, sehingga sulit untuk mendirikan sekolah,” kata Yusuf di sela acara peresmian gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Gracia Kids 2 di Desa Papu, Watumbaka, Sumba Timur pada Sabtu, 26 Januari 2019 lalu.
 
Yusuf menambahkan bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah daerah Sumba Timur, semua desa wajib memiliki PAUD. Hingga kini, ada sekitar 223 PAUD dan taman kanak-kanak (TK) baik yang formal maupun non formal yang ada di Sumba Timur.
 
“PAUD sangat penting bagi anak-anak untuk mengawali pendidikan. Dimana anak-anak yang masuk sekolah dasar (SD) yang telah mengawali pendidikan di PAUD memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik,” ujarnya.
 
 
Untuk membantu pendidikan anak-anak usia dini di Sumba Timur, Yayasan Wings Peduli Kasih (YWPK) yang berada di bawah Wings Corporation, produsen sekaligus distributor produk rumah tangga, produk perawatan pribadi, serta produk makanan dan minuman, ikut memberikan dukungan pembangunan gedung sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Gracia Kids 2 di Desa Papu, Watumbaka, Sumba Timur yang digagas oleh Travacello, agent travel.  
 
Dalam proyek ini YWPK berkontribusi membangun perpustakaan dan toilet agar dapat mendorong minat baca dan minat belajar anak-anak, sekaligus sebagai bentuk partisipasi mencerdaskan bangsa. Pembangunan fisik proyek sekolah tersebut dimulai pada September 2018 dan selesai pada Januari 2019.
 
 
Gabriella Da Silva, Public Relations Head PT. Sayap Mas Utama mengungkapkan bahwa masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan kualitas pendidikan dan sanitasi yang baik, terutama mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Timur. Oleh karena itu dengan program ini, YWPK berharap dapat meningkatkan minat belajar anak-anak sejak dini sehingga mempengaruhi harapan lama sekolah mereka.
 
“Bangunan PAUD ini juga didesain unik untuk menarik minat wisatawan, agar dapat menjadi referensi destinasi pariwisata di Sumba Timur. Kami harap, ke depannya wisatawan dapat berkontribusi membantu anak-anak dan guru di Desa Papu, misalnya dengan membawa buku untuk anak-anak di sini,” kata Gabriella.
 
Pendidikan dan kesehatan merupakan bidang yang mendapatkan perhatian khusus dari Yayasan Wings Peduli Kasih (YWPK). Pasalnya, kedua hal ini berpengaruh besar bagi perkembangan masyarakat Indonesia. Inilah yang menjadi landasan bagi YWPK untuk ikut membantu menghadirkan perpustakaan dan toilet yang layak pakai di proyek pembangunan sekolah PAUD Gracia 2.
 
Jonathan Thamrin, Founder Travacello Care mengungkapkan, proyek pembangunan sekolah bertajuk Sumba School Project tersebut sebagai bagian untuk meningkatkan taraf pendidikan dan kualitas hidup masyarakat di Sumba Timur.
 
Bangunan sekolah PAUD Gracia 2 dibangun dengan desain seperti rumah adat Sumba, yaitu berbentuk rumah panggung. Dibangun di atas lahan hibah dari warga seluas 1 hektar, dengan luas bangunan 415 m2. Bangunan tersebut berisi 2 kelas besar, toilet anak (4 perempuan dan 4 laki-laki), toilet dewasa, dapur, gudang, perpustakaan, teras dan bale-bale.
 
 
Material bangunan yang digunakan antara lain untuk lantai dari papan kayu tebal, sedangkan dinding dan partisi menggunakan kombinasi kayu dan gedek. Bagian kisi-kisi ventilasi dan rangka atap dibuat menggunakan bambu, sementara struktur tiang dan rangka menggunakan kayu balok. Atap dari bangunan ini terbuat dari jerami, alang-alang, sebagai penanda khas rumah adat Sumba.
 
Meskipun terbuat dari jerami dan alang-alang, atap tersebut dilengkapi dengan material khusus penahan suhu ekstrem, sehingga tidak mudah bocor karena hujan ataupun terbakar karena panas terik yang menyengat.
 
 
Selesainya proyek ini memberikan kebahagiaan bagi Pendeta Marthen Ede, pengelola PAUD Gracia 2. Pasalnya, sebelumnya, PAUD yang mulai dijalankan pada Juli 2012 ini harus menumpang di salah satu SD sebagai tempat. Lalu di bulan Desember 2012, seorang warga meminjamkan rumahnya untuk dijadikan tempat kegiatan PAUD.
 
“Hingga saat ini, ada sekitar 30 anak yang belajar di PAUD Gracia. Mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pendidikan masih menjadi tantangan bagi kami,” kata Marthen. (f)

Baca Juga:

Permintaan Meningkat, Wings Food Hadirkan Kopi Susu Kemasan Siap Minum
Di Jogja, Komunitas Slow Food Nikmati Beras Warisan Kerajaan

 

Desiyusman Mendrofa


Topic

#sumba, #sumbatimur

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.